Home / Internasional / Qasem Soleimani Tewas, Warga Iran Kibarkan Bendera Genderang

Qasem Soleimani Tewas, Warga Iran Kibarkan Bendera Genderang

Qasem Soleimani Tewas, Warga Iran Kibarkan Bendera Genderang
(AFP)
Pemerintah Iran menyiarkan gambar dari sebuah masjid di kota suci Syiah Qom, yang memperlihatkan bendera merah tengah berkibar di atas menara.

Teheran, Oketimes.com - Negara Iran untuk pertama kalinya dalam sejarah mengibarkan bendera merah dalam upacara penghormatan kepada mendiang petinggi militer negaranya, termasuk Jenderal Qassim Soleimani.

Bendera merah yang disebut-sebut sebagai simbol siap perang melawan tentara Amerika Serikat yang telah membunuh Soleimani di Irak mulai berkibar.

Sebagai referensi, stasiun televisi pemerintah Iran menyiarkan gambar dari sebuah masjid di kota suci Syiah Qom, yang memperlihatkan bendera merah tengah berkibar di atas menara.

Dikutip dari The Times of India, Bendera merah dalam tradisi Syiah melambangkan darah yang ditumpahkan secara tidak adil dan berfungsi sebagai panggilan untuk membalas seseorang yang terbunuh.

Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah bahwa bendera merah telah dikibarkan di atas masjid Jamkaran di kota Iran dan datang setelah peringatan pembalasan yang keras terhadap AS.

Sementara para pelayat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir, meneriakan kalimat kecaman 'kematian bagi Amerika' dan 'Amerika adalah Setan agung' selama prosesi pemakaman untuk Soleimani.

Seperti diwartakan, Jenderal Qassim Soleimani adalah pemimpin dari Quds Force yang merupakan satuan pasukan khusus yang dimiliki Revolutionary Guards (salah satu bagian dari pasukan bersenjata Iran).

Ia tewas dalam serangan udara menggunakan drone yang diluncurkan oleh AS di Baghdad, Irak pada Jumat 3 Januari 2020 waktu setempat.

Presiden AS Donald Trump memerintahkan langsung serangan mengatakan bahwa Soleimani merencanakan serangkaian serangan yang akan membahayakan pasukan dan diplomat Amerika di Timur Tengah.

Dia juga disalahkan atas serangan terhadap pasukan AS dan sekutu Amerika yang akan kembali ke Irak pada tahun 2003 lalu.

Pasukan Quds pimpinan Soleimani memiliki proksi militer di Irak, Lebanon, Afghanistan, dan Yaman. Sejumlah ahli berpendapat bahwa gabungan proksi militer tersebut lah yang bertanggung jawab atas keberhasilan dan upaya aksi teroris di seluruh kawasan.

Meski begitu, Soleimani juga merupakan tokoh perlawanan yang begitu gencar menyerang dominasi ISIS di sejumlah wilayah, hingga pada akhirnya kelompok teroris itu dapat dilumpuhkan pada tahun 2019 lalu.

Kematian Soleimani oleh pasukan AS meningkatkan ketegangan politik di Timur Tengah dan dikhawatirkan bakal meningkat hingga menyebabkan perang dunia ketiga.

Sepanjang pemakaman berlangsung, ribuan orang memenuhi jalan-jalan utama di Iran sembari membawa papan protes dan tuntutan kepada Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei bahwa 'pembalasan dendam' harus diterima pihak AS.

Di sisi lain, Presiden Trump justru mengirim 3.000 tentara ke Kuwait untuk meningkatkan kehadiran militer AS di Timur Tengah. Ia dan pemerintahannya juga telah memerintahkan warganya untuk meninggalkan Irak dan menutup kedutaan besarnya di Baghdad.

Menyusul Amerika Serikat, Pemerintah Inggris dan Prancis juga telah memerintahkan warganya untuk menghindari perjalanan ke Irak dan Iran. Sementara para ahli mengatakan turis harus mengungsi dari kawasan Uni Emirat Arab.***


Source  : AFP/The Times of India
Editor    : Van Hallen 

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.