Home / Hukrim / Pantau Sungai Siak Pekanbaru, Kapolda Riau: Pengawasan Human Traffick dan Narkoba Juga Atensi

Pantau Sungai Siak Pekanbaru, Kapolda Riau: Pengawasan Human Traffick dan Narkoba Juga Atensi

Pantau Sungai Siak Pekanbaru, Kapolda Riau: Pengawasan Human Traffick dan Narkoba Juga Atensi
Disediakan oketimes.com
Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, SH, SIK, MSi, didampingi Wakapolda Brigjen Pol Drs Sutrisno Yudi Hermawan dan Direktur Ditpolairud Polda Riau Kombes Pol Badarudin dan Kabid Humas Kombes Pol Sunarto, serta Pejabat Utama lainnya melakukan kegiatan Patroli rutin di Perairan Sungai Siak Pelabuhan Sungai Duku Pekanbaru dalam serangkaian kegiatan HUT Polairud Ke-69 Minggu (1/12/2019) sore.

Pekanbaru, Oketimes.com - Guna menjaga keamanan dan mencegah terjadinya penyelundupan barang ilegal ekspor atau impor, human traffick dan penyelundupan Narkoba di sepanjang perairan laut, pesisir pantai dan sungai di wilayah hukum Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Polda Riau, masih tetap menjadi program prioritas Ditpolair hingga kini.

"Melalui HUT Polairud ke-69 ini, jajaran Ditpolair Polda Riau, masih memiliki peran penting untuk menjaga pintu-pintu penyeludupan barang-barang ilegal, human traffiking, Narkoba dan ilegal fishing, tetap menjadi prioritas utama bagi institusi ini hingga kini," kata Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, SH, SIK, MSi, didampingi Wakapolda Brigjen Pol Drs Sutrisno Yudi Hermawan dan Direktur Ditpolairud Polda Riau Kombes Pol Badarudin dan Kabid Humas Kombes Pol Sunarto, dan Pejabat Utama lainya kepada Wartawan saat melakukan kegiatan Patroli Rutin di Perairan Sungai Siak Pekanbaru, dalam serangkaian kegiatan HUT Polairud Ke-69 Minggu (1/12/2019) sore.

Dengan menaiki Kapal Patroli Cepat C-1, Armada milik Ditpolair Polda Riau, Kapolda Riau Irjen Agung S.I.E, mengatakan pihaknya tetap berkomitmen untuk menjaga dan melakukan pengawasan di sepanjang perairan pantai, laut dan sungai untuk melakukan Patroli dengan kekutan personil dan Kapal Patroli Cepat yang ada di wilayah hukum Polda Riau.

"Disamping memberikan kenyamanan kepada masyarakat, kami juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga perairan laut, pesisir pantai dan sungai, terhadap para pelaku kejahatan yang berada dalam lingkup tersebut," tegas Kapolda Riau.

Sebagai bukti papar Kapolda Riau, baru-baru ini Ditpolair Polda Riau, telah berhasil menggalkan penyelundupan Baby Lobster yang akan diselundupkan kenegara tetatangga sebanyak 77 ribu Baby Lobster senilai Rp 11, 5 miliar ke Malaysia, dan 95 ribu Baby Lobster senilai Rp14, 6 miliar ke Singapura.

"Selain itu, penyelundupan 1500 ekor satwa Belangkas ke Malaysia, penyelundupan barang garmen dan barang bekas dari malaysia ke riau, penangkapan 7 kapal Ilegal Fishing dari Sumut di Perairan Rokan Hilir dan terakhir pengungkapan penyelundupan manusia untuk TKI  ke Malaysia di Pulau Rupat Bengkalis," papar Kapolda Riau.

Hal tersebut lanjut Kapolda Riau, tidak lain adalah kegiatan Patroli rutin yang terus dilakukan jajaran Ditpolair Polda Riau, dalam menjaga perairan laut, pesisir pantai dan sungai di wilayah hukum Polda Riau.

Meski begitu, Kapolda Riau tidak merasa cepat puas atas prestasi pengungkapan tersebut, karena trendnya saat ini adanya kejahatan penyelundupan Narkoba yang masih tetap saja lolos dari jangkauan aparat. Lantaran itu, pihaknya akan terus melakukan peningkatan pangawasan dalam mengungkap peredaran Narkoba tersebut dalam waktu dekat ini.

"Untuk prioritas kami tahun ini dan seterusnya, disamping melakukan pengawasan barang-barang impor dan ekspor ilegal, yang menjadi prioritas kami tahun ini adalah, untuk mengungkap peredaran Narkoba dan Penyelundupan Manusia ke negara tetangga," pungkas Kapolda Riau.

Sementara itu, Direktur Ditpolair Polda Riau Kombes Pol Badarudin mengatakan siap menjalankan perintah atasannya tersebut, dalam menjalankan tugas prioritas Kapolda Riau.

Dikatakannya, saat ini pihaknya memiliki 167 personil dan 15 unit Kapal Patroli Cepat yang tersebar di wilayah perairan riau, termasuk pos-pos pengawasan yang ada seperti di perairan sungai duku siak Pekanbaru, Perawang Siak, Dumai, Guntung Tembilahan, Pulau Kijang, Pulau Rupat Bengkalis, Kepulauan Meranti, dan Mengkapan Perairan Kabupaten Rokan Hilir.

"Kebutuhan kapal patroli cepat dan personil tersebut sebenarnya kurang memadai, akan tetapi kami tidak putus asa untuk melakukan pengawasan, sebab hal ini sudah menjadi tugas rutin yang diamanahkan pimpinan kepada kami," ulas Badarudin.

Dia juga menyebutkan keberadaan 15 Kapal Patroli Cepat milik Ditpolair Polda Riau, satu unit Kapal Patroli Cepat C-1 berada di Markas Polair Polda Riau, 6 unit adalah Kapal Patroli Cepat C-2. Sedangkan jenis Kapal Patroli Cepat C-3 ada 3 unit dan sisanya Kapal Patroli Cepat Jenis Tactical atau taktis ada 5 unit kapal.

"Seluruh kapal patroli cepat tersebut, membutuhkan dana operasional yang besar dalam setiap melakukan Patroli dan memiliki jam kerja yang terbatas. Sehigga kami dalam melakukan operasi rutin, perlu melakukan perencanaan yang matang dalam setiap melakukan patroli pengawasan dan pengungkapan," pungkas Badarudin.***


Penulis   : Ndanres Area
Editor     : Van Hallen              

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.