Masyarakat Siak Resah, Korban DBD mulai Berjatuhan

SIAK, oketimes.com- Pasca jatuhnya korban jiwa akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) beberapa hari lalu, masyarakat Siak menjadi resah. Walau upaya penanganan dari dinas kesehatan dengan fogging di titik-titik rawan DBD sudah dilakukan, namun masih terdapat penderita lain yang terindikasi terjangkit virus dengue.

"Kemarin 3 orang tetangga kami langsung membawa anaknya ke Rumah sakit di Pekanbaru karena demam tinggi sampai mimisan (keluar darah dari hidung) segala, makanya orang tuanya takut," ujar Irwan kepada wartawan.

Irwan adalah orang tua dari Bilqis (12) tahun yang meninggal dunia di RSUD Siak akibat DBD pada Selasa (23/9) lalu, sangat berharap apa yang menimpanya tidak dialami oleh orang tua lainnya. "Cukuplah hanya kami yang kehilangan, jangan sampai jatuh korban lagi," tukas kabid Damkar BPBD Siak ini. Gurat haru masih terlihat jelas di wajahnya pasca ditinggal putri tercintanya.

Satu hari pasca anaknya meninggal, kata dia, pihak diskes memang telah melakukan fogging di lingkungannya, namun demikian, dirinya bersama masyarakat sekitar mengaku masih was-was.

Senada disampaikan warga lainnya, Atan (52) misalnya, dia berharap pihak diskes melakukan fogging secara merata seantero kabupaten Siak sebagai bentuk pencegahan.

"DBD inikan sifatnya harus dicegah sebelum terjadi karena selain belum ada obatnya juga sangat mengancam jiwa si penderita. Diskes harus serius jangan bertindak setelah ada korban," tandasnya.

Sementara Kadiskes Siak dr Raja Toni Chandra menyebutkan, pihaknya melalui UPTD telah melakukan sosialisasi di tengah masyarakat terkait pencegahan DBD melalui Menguras, Menutup, Mengubur (3 M) barang-barang bekas dan fogging di lokasi-lokasi yang terindikasi menjadi sarang berkembang biaknya nyamuk aides aigepti penyebar virus DBD. (man)

Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait