Stok Hewan Kurban di Pelalawan Aman

Hewan Kurban

PELALAWAN, oketimes.com- Masyarakat yang hendak membeli hewan kurban pada perayaan Idul Adha diharapkan tidak sembarang membeli hewan ternak untuk qurban. Perhatikan beberapa persyaratan diantaranya selain ternak harus dalam kondisi sehat dan tidak mengalami cacat fisik, sapi minimal berusia 2,5 tahun sementara kambing berumur 1,2 tahun atau lebih.

"Dan juga jangan sampai masyarakat memilih hewan qurban sapi betina yang masih produktif. Soalnya, ini melanggar Undang-Undang Nomor 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan," terang Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Pelalawan, Ir Wahiduddin, pada riaueditor baru-baru ini.

Menurut Wahiduddin, dalam perayaan Hari Raya Idul Adha 1432 H yang akan dijelang pekan depan, saat ini kebutuhan sapi kurban untuk wilayah Kabupaten Pelalawan tergolong aman. Pasalnya, stok untuk menghadapi lonjakan permintaan hewan kurban saat ini sudah dipenuhi di seluruh kecamatan yang ada di wilayah ini.
 
"Untuk hewan kurban kita sudah menyediakan stoknya, sehingga sampai hari H nanti insya Allah kita tidak akan mengalami kekurangan hewan kurban di seluruh kecamatan," jelas Kadis peternakan, Ir Wahiduddin, pada media ini, Minggu (28/9).
 
Selama ini, sambungnya, untuk mengetahui berapa kebutuhan hewan kurban yang diperlukan, jauh-jauh hari Dinas Peternakan sudah memberikan surat edaran kepada seluruh pedagang sapi terkait permintaan warga akan kebutuhan sapi untuk hewan kurban. Dari situ, baru diketahui jumlah kebutuhan hewan qurban yang dibutuhkan.

"Setelah disurati, diperkirakan ketersediaan ternak di daerah ini untuk Hari Raya Iedul Adha mendatang sebanyak 1.175 ekor yang terdiri dari hewan sapi, kambing dan kerbau," ujarnya.
 
Sapi-sapi yang akan dijadikan hewan kurban sendiri, sambungnya, didatangkan selain dari Kabupaten Pelalawan sendiri juga ada yang dari Sumatra Barat dan Lampung. Dengan kata lain, ketersediaan ternak di Kabupaten Pelalawan sendiri hanya kisaran 26 persen. Karena itu, untuk memenuhi ketersediaan 100 persen, pihaknya juga mendatangkan dari kabupaten lain seperti Siak, Kampar, Kuantan Singingi dan Indragiri Hulu.

"Sisanya didatangkan dari Lampung dan Pulau Jawa, dikarenakan adanya permintaan pasar yang beragam. "Soalnya, pasar kan ada yang meminta jenis sapi Bali, sapi Brahman, PO dan lain-lain," katanya.

Ditambahkannya, saat hewan-hewan itu datang maka pihaknya langsung mengecek kondisi kesehatan hewan ternak tersebut. Hal ini bertujuan agar hewan-hewan ternak yang untuk dijadikan qurban adalah hewan ternak yang bebas dari penyakit sehingga bebas untuk di konsumsi.

"Dan tahun ini, peserta qurban menurun sekitar 5-7 persen dibanding tahun lalu yakni hanya sebesar 6.665 orang," tutupnya. (zul)

Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait