Pengakuan Disdik Pekanbaru Tak Hentikan Tanda Tanya, Dalih "Salah Input" Kasus Finalis FLS3N Dinilai Janggal

Pengakuan itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kota Pekanbaru, Syafrian Tommy, melalui Kepala Bidang SD, Sardius, saat ditemui pada Rabu (29/7/2026). Sardius mengakui terdapat kekeliruan dalam proses administrasi yang disebut berasal dari kelalaian staf saat memasukkan data. Foto : AI

PEKANBARU, Oketimes.com - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru akhirnya mengakui adanya kesalahan dalam penetapan finalis Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang Pendidikan Dasar Tahun 2026. Namun, pengakuan tersebut justru memunculkan pertanyaan baru setelah alasan yang disampaikan dinilai tidak mampu menjelaskan rangkaian peristiwa yang terjadi.

Pengakuan itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kota Pekanbaru, Syafrian Tommy, melalui Kepala Bidang SD, Sardius, saat ditemui pada Rabu (29/7/2026). Sardius mengakui terdapat kekeliruan dalam proses administrasi yang disebut berasal dari kelalaian staf saat memasukkan data.

"Kami akui kami salah. Ini akibat ada kelalaian staf kami. Ada kesalahan input," ujar Sardius.

Staf yang dimaksud, Ridwan, mengaku telah menangani penyusunan Surat Keputusan (SK) pemenang FLS3N selama tujuh tahun terakhir. Ia berdalih kesalahan terjadi karena dikejar tenggat waktu sehingga terburu-buru memasukkan data. Menurutnya, rekapitulasi nilai dari dewan juri tidak tersusun secara berurutan sehingga memicu kekeliruan.

Namun, penjelasan tersebut dinilai menyisakan kejanggalan. Berdasarkan penelusuran, nama siswa dari SD Darma Yudha yang kemudian ditetapkan sebagai finalis disebut tidak pernah mengikuti proses seleksi tingkat Kota Pekanbaru. Artinya, nama tersebut tidak semestinya muncul dalam rekapitulasi hasil penilaian dewan juri.

Ridwan kemudian menyebut kekeliruan berasal dari penggunaan data rekap juara tingkat kecamatan. Dari data itulah nama siswa SD Darma Yudha disebut ikut terbawa ke dalam SK penetapan pemenang.

Dalih tersebut kembali dipertanyakan setelah muncul fakta lain. Berdasarkan keterangan Kepala Sekolah SD Darma Yudha yang sebelumnya diperoleh awak media, pihak sekolah mengaku sempat mempertanyakan kepada Disdik ketika diminta mengunggah data siswa. Saat itu, sekolah telah menyampaikan bahwa siswa bersangkutan tidak mengikuti seleksi tingkat kota. Meski demikian, proses administrasi disebut tetap diminta untuk dilanjutkan.

Ketika dikonfirmasi mengenai keterangan tersebut, pihak Disdik tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Penelusuran juga menemukan fakta lain yang memperkuat dugaan adanya persoalan dalam proses penetapan pemenang. Salinan SK Kepala Disdik Pekanbaru Nomor 400.3.5/Bid.SD.3/1200/2026 tentang Penetapan Pemenang FLS3N Jenjang SD/MI Negeri dan Swasta Tingkat Kota Pekanbaru Tahun 2026 menunjukkan susunan pemenang berbeda dengan informasi yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Dalam SK tersebut, posisi juara kedua ditempati SD Darma Yudha, sedangkan SD IT Bunayya tetap berada di peringkat ketiga. Sementara itu, nama SD Santa Maria yang sebelumnya telah mengumumkan siswanya meraih juara kedua melalui situs resmi dan media sosial sekolah, justru tidak tercantum dalam tiga besar.

Perbedaan antara hasil yang dipublikasikan kepada peserta dengan isi SK resmi memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme verifikasi dan validasi hasil lomba. Terlebih, penetapan pemenang dilakukan melalui rangkaian kegiatan resmi yang dihadiri sejumlah pejabat daerah dan telah terdokumentasi.

Kasus ini bermula setelah muncul nama siswa SD Darma Yudha sebagai finalis FLS3N tingkat nasional mewakili Kota Pekanbaru, meski berdasarkan informasi dari berbagai pihak siswa tersebut disebut tidak mengikuti seleksi tingkat kota. Sejumlah fakta yang terungkap kemudian mengarah pada dugaan adanya persoalan administratif maupun prosedural dalam proses penetapan finalis di lingkungan Disdik Kota Pekanbaru.

Hingga kini, penjelasan Disdik yang menyebut persoalan tersebut semata-mata akibat "kesalahan input data" dinilai belum mampu menjawab seluruh kejanggalan yang muncul, termasuk bagaimana nama peserta yang tidak mengikuti seleksi dapat masuk dalam SK resmi hingga ditetapkan sebagai wakil Kota Pekanbaru menuju ajang nasional.***


Komentar Via Facebook :

Berita Terkait