Home / Lingkungan / Pemkab Rohil Tutup Sementara Operasional PKS PT DGS

Terbukti Buang Limbah ke Sungai Rokan

Pemkab Rohil Tutup Sementara Operasional PKS PT DGS

Pemkab Rohil Tutup Sementara Operasional PKS PT DGS
Ist
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hilir, Riau, saat meninjau limbah Pabrik Kelapa Sawit PT. Djaya Globalindo Sentosa (PT DGS) belum lama ini.

Rokan Hilir, oketimes.com – Dinilai lalai lakukan pengelolaan IPAL, Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Djaya Globalindo Sentosa (PT DGS), mendapat teguran keras dari Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

Teguran keras tersebut, berupa surat penerapan sanksi Administratif Paksaan kepada PKS PT DGS yang beroperasi di Kepenghuluan Melayu Besar Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, sesuai Keputusan Bupati Rokan Hilir Nomor 498 Tahun 2019.

"Sanksi yang diberikan kepada PT.DGS berupa Surat Keputusan Bupati Rokan Hilir bernomor 498 tahun 2019, yakni sebanyak 21 jenis pelanggaran dan dua diantaranya sangat paling fatal," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hilir, Suwandi S.Sos, kepada Wartawan dalam siaran persnya, Jumat, 30 Agustus 2019 di Kantor DLH Jalan Lintas Kecamatan, Bagansiapiapi.

Suwandi menyebutkan, PT. DGS sudah berulang kali diberi teguran hingga pembinaan dari DLH Rohil. Namun pembuangan limbah cair ke Media Sungai Rokan masih terus terjadi, sehingga, pihaknya melakukan pengambilan sample dari air limbah PT. DGS untuk dilakukan pengujiaan ke Laboratorium dan hasilnya terbukti diatas baku mutu.

"Karena terbukti lalai mengelola limbah tersebut, kami memberikan sanksi administrasi dan mengeluarkan surat perintah penutupan sementara atau pemberhentian operasional kegiatan perusahaan PT.DGS selama 7 hari kedepan. Yakni mulai tanggal 1,7.14.15.21.22 dan 29 selama bulan September 2019 nanti," unkap Suwandi.

Dipaparkan Suwandi, ada dua jenis sanksi yang diberikan kepada PT. DGS. Pertama, sanksi administarasi dan kedua penutupan sementara perusahaan PT.DGS. "Dan langkah selanjutnya kami, (DLH Rohil) bersama Pemerintah Kecamatan akan memantau terus kegiatan PT.DGS," tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ucok Humas HPT DGS ketika dihubungi Sabtu, 31 Agustus 2019 lewat ponselnya, terkait sanksi penutupan sementara operasional PKS, atas Keputusan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, Riau, sepertinya ucok memilih diam, ketimbang memberikan komentarnya atas sanksi tersebut.

Hal itu terkonfirmasi, setelah beberapa kali awak media ini menghubungi lewat ponselnya, yang sedang aktif. Akan tetapi dia tidak bersedia menjawab panggilan telepon tersebut.

Meski begitu, sebelumnya Ucok pernah membenarkan bahwa PT DGS sudah diberi sanksi oleh Dinas terkait. "Pernah, tapi saat ini sudah kami perbaiki dan tidak lagi membuang limbah ke media Sungai," katanya saat itu.

Sebagaimana diketahui, berikut isi surat keputusan Bupati Rokan Hilir Nomor 498 Tahun 2019, tentang penerapan sanksi administratif paksaan kepada PT. Djaya Globalindo Sentosa (PT.DGS).

Pertama, PT DGS telah lalai dalam melakukan pengawasan terhadap kolam IPAL, sehingga menyebabkan tanggul kolam 9 jebol dan lepasnya air limbah yang melebihi baku mutu ke parit alam menuju sungai Rokan.

Hal ini melanggar pasal 69 ayat (1) huruf a Undang – Undang 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang menyatakan bahwa: "Setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan/ atau perusakan lingkungan hidup".

Kedua, terdapat saluran pembuangan air limbah pada kolam 9 keparit alam menuju sungai Rokan yang tidak memiliki izin pembuangan air limbah. Hal ini melanggar :Pasal 20 ayat (3) huruf a dan huruf b Undang – Undang 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan pengelolaan Lingkungan Hidup.***


Source : Sumateratimes
Editor   : Cardova

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.