Home / Sosial / Hadiri Pesta Bona Taon, Heri Kawi Hutasoit Sudah Tidak Asing Dimata Warga Batak Marpoyan Damai & Bukit Raya

Hadiri Pesta Bona Taon, Heri Kawi Hutasoit Sudah Tidak Asing Dimata Warga Batak Marpoyan Damai & Bukit Raya

Hadiri Pesta Bona Taon, Heri Kawi Hutasoit Sudah Tidak Asing Dimata Warga Batak Marpoyan Damai & Bukit Raya
Ist
Calon Legislatif DPRD Kota Pekanbaru Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Marpoyan Damai dan Bukit Raya Partai PDI Perjuangan Nomor Urut 5 Heri Kawi Hutasoit saat menghadiri Pesta Bona Taon STM 'Sada Ni Roha' di Jalan Pala 5, Kecamatan Marpoyan Damai, Sabtu (23/02/19) siang.

Pekanbaru, Oketimes.com - Pesta 'Bona Taon' atau Pesta Awal Tahun Serikat Tolong Menolong (STM) yang lazim disebut Parsahutaon (sekampung, red) Komunitas Suku Batak sudah menjadi tradisi lama yang masih tetap bertahan. Biasanya Pesta tersebut digelar setiap bulan Januari, Februari dan Maret, di akhir pekan alias weekend (Jumat - Minggu, red).

Momen ini digunakan masyarakat untuk mempererat silaturahmi dan saling mendoakan.‎ Tak lupa, kadang disisip dengan agenda khusus jika memang sudah disepakati bersama. Bagi Heri Kawi Hutasoit, dia sungguh tak menyangka bakal banyak mendapat undangan dari komunitas Serikat suku Batak di Kecamatan Marpoyan Damai dan Bukit Raya Kota Pekanbaru.

Di acara Pesta Bona Taon STM Sada Ni Roha yang‎ digelar di Jalan Pala 5, Kecamatan Marpoyan Damai, Sabtu (23/02/19) siang, Heri diminta secara khusus memperkenalkan diri. Tak ada Caleg lain diundang kecuali dirinya.

"Kita minta bapak Heri Kawi Hutasoit berdiri di depan. Bapak/Ibu, pak Hutasoit ini orang yang dari lingkungan kita sendiri yang sudah ‎kita kenal dengan baik kepribadiannya. Selama ini, banyak datang minta tolong untuk jadi Dewan. Tapi, bukan dari lingkungan kita di Marpoyan ini," ujar Sinaga, Ketua STM Sada Ni Roha dihadapan warga Batak.

Heri Kawi adalah Calon Legislatif DPRD Kota Pekanbaru Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Marpoyan Damai dan Bukit Raya Partai PDI Perjuangan Nomor Urut 5.

Pantauan, didaulat tampil di depan, Heri tak bany‎ak bicara. Namun, bagi warga sekitar, wajah Heri memang ak asing lagi. Warga mengenalnya dengan baik. Istrinya pun dikenal sebagai Bidan yang telah merawat ribuan lebih warga dengan baik.

"Lae (sapaan akrab suku batak, red)‎ Hutasoit ini sudah lama kami kenal. Seluruh Parsahutaon di daerah Marpoyan Damai dan Bukit Raya ini kenal sama dia. Apalagi, dia salah satu Pimpinan Marga Hutasoit di Pekanbaru," ujar Manurung warga Marpoyan.

Manurung mengaku, sebenarnya, Heri Kawi ini orang berjiwa sosial, bukan Politik. "Tengok aja tadi, dia ga pandai orasi Politik. Tapi, kali ini kami semua (warga Batak, red) khususnya di Marpoyan dan Bukit Raya, sudah sepakat, daripada ke yang datang saat perlu itu, ya Lae si Hutasoit ini lah. Kami percaya sama dia," tutupnya.

Warga lainnya, Marbun, juga berpendapat sama. Bahkan, Ia menyatakan sebenarnya warga lah yang meminta Heri maju sebagai Caleg.

"Kita dengar memang Tokoh-Tokoh masyarakat sini yang minta beliau. Sekarang dia banyak diundang acara-acara Parsahutaon (STM) di Marpoyan dan Bukit Raya. Ya mungkin, karena dia bisa dipercaya. Warga kita ini sebenarnya tidak penting uang. Tak laku uang disini. Yang penting dikenal baik, bisa dipercaya dan komitmen," ujar Marbun.

Saat ditemui wartawan di lokasi Pesta, Heri Kawi pun tak banyak berkomentar. Katanya, STM - STM ini sudah seperti keluarganya sendiri. "Biasa lah. Ini semua kan keluarga kita. Saya izin dulu bang, mau ke undangan lain," balas Heri dengan senyum sembari berlalu.

Acara Pesta Bona Taon ini diawali dengan ibadah singkat‎ dilanjutkan dengan makan siang bersama. Kemudian, yang paling seru adalah saat manortor (menari, red) yang membuat suasan menarik sambil sawer menyawer atau mangolop-olop (istilah batak, red). Dan, tak lupa ada doorprize.

Acara ini bukan seremonial biasa, melainkan menjadi ajang silaturahmi dan mencari dana untuk Kas Serikat yang nantinya dipergunakan untuk dana sosial Serikat.‎***


Sumber  : Beritariau  /  Editor : Cardoffa

 

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.