Ngaku Polisi, Motor dan Dompet Mahasiswa dirampas OTK

Ilustrasi

Pekanbaru, oketimes.com - Rahmad Syafizal (19), seorang mahasiswa yang ngekos di Jalan Karya I, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru tampak kebingungan saat mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Pekanbaru.

Pasalnya, sepeda motor Honda Beat Nopol 6238 JE, handphone dan dompet miliknya dibawa kabur oleh seorang pria tak dikenal yang mengaku sebagai anggota polisi.

Ironisnya, aksi pencurian tersebut terjadi tak jauh dari tempat kosan korban di Jalan Karya I, tepatnya dibelakang kampus UIR, Kecamatan Marpoyan Damai, Sabtu (17/12/2016) pagi, sekitar pukul 06.30 WIB.

Informasi yang dirangkum di Kepolisian menyebutkan, peristiwa nahas yang dialami korban bermula saat korban hendak kuliah dan berangkat dari kosannya menggunakan sepeda motor. Tak jauh dari kosannya, laju sepeda motor korban dihentikan oleh seorang pria yang berjalan kaki.

Dengan mengaku sebagai anggota polisi, pria tersebut kemudian langsung mengambil kunci kontak motor dan menuduh korban sebagai bandar narkoba. Tak hanya sepeda motor, polisi gadungan itu lalu mengambil handphone merek Coolpad dan dompet korban.

Selanjutnya, pelaku membonceng korban dengan sepeda motor Honda Beat milik Rahmad dan membawanya ke tempat sepi dan berpura-pura memberikan hukuman korban dengan cara menyuruh push up dan jalan jongkok.

Melihat korban lengah, pelaku lalu kabur membawa sepeda motor dan handphone serta dompet korban. Akibat peristiwa itu korban mengalami kerugian mencapai Rp10 juta.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto Sik melalui Kasat Reskrim Kompol Bimo Arianto mengatakan, saat ini laporan korban sedang dalam pemeriksaan.

"Laporan korban sudah kita terima. Kita juga sudah cek ke tempat kejadian perkara (TKP). Korban mengalami kerugian sepeda motor, HP dan dompet berisikan uang. Keterangan korban pun masih kita dalami," tuturnya. (dabot)


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait