Empati Ibu Tiga Anak Viral Curi Sawit Demi Beli Beras, Anggota DPRD Rohul : Ini Tanggungjawab Bersama

Anggota DPRD Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), H Mahmud SE, sambangi kediaman Rica Maria Simatupang (31) warga Desa Koto Tandun (Langgak), Kecamatan Tandun, yang viral di media sosial dan media massa karena menjalani sidang di Pengadilan Pasir Pengaraian akibat mencuri 3 tandan buah sawit demi membeli beras.

TANDUN, Oketimes.com - Anggota DPRD Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), H Mahmud SE, sambangi kediaman Rica Maria Simatupang (31) warga Desa Koto Tandun (Langgak), Kecamatan Tandun, yang viral di media sosial dan media massa karena menjalani sidang di Pengadilan Pasir Pengaraian akibat mencuri 3 tandan buah sawit demi membeli beras.

Selain anggota DPRD H Mahmud, tampak juga Kepala Desa Koto Tandun, Onto Wiryo bersama Sekdes dan perangkat desa yang sudah lebih dulu tiba di kediaman Rica di RT 009, RW 005 Dusun II.

Disana, anggota dewan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H Mahmud SE sempat berdialog langsung dengan Rica, terkait persoalan yang dihadapi ibu tiga orang anak ini.

"Hari ini saya melihat langsung kondisi ibu Rica sekaligus menyerahkan sedikit bantuan pangan untuk meringankan beban ekonomi mereka," kata H Mahmud menjawab wartawan.

Dirinya merasa prihatin melihat kondisi Ibu Rica korban musibah Covid-19 yang tidak mendapatkan bantuan dari Pemerintah baik Pusat, Provinsi dan Kabupaten. Dirinya mendapat informasi bahwa ibu Rica tidak masuk dalam daftar penerima bantuan, karena belum mengurus surat pindah dari domisi sebelumnya di Desa Pematang Tebih, Ujung Batu.

"Kami melihat ada miss komunikasi antara ibu Rica dengan pihak desa. Ibu Rica ini sudah 3 tahun di Desa Koto Tandun, tapi belum memiliki surat pindah dari tempat tinggal sebelumnya di Desa Pematang Tebih, Ujung Batu," sebut H Mahmud.

Terlepas dari itu, dirinya tidak ingin mencari siapa yang salah. Namun lebih kepada mencari solusi membantu agar Rica dan keluarganya bisa terbantu dan keluar dari persoalan kesulitan ekonomi yang dialaminya sekarang.

"Tadi kami sudah pesan ke buk Rica apa yang menjadi kendala misalnya pengurusan administrasi penduduk dan bantuan makanan bisa disampaikan ke saya," ucapnya.

Sedangkan untuk pihak desa dan perangkatnya, H Mahmud berharap agar lebih intens mendata warganya terutama yang kurang mampu. "Ini pengalaman buat kita bersama, kita berharap pihak desa lebih banyak turun mendata masyarakat, terutama lagi yang kurang mampu.

Kepada ibu Rica Maria Simatupang dan Keluarga kejadian ini pelajaran yang sangat berharga. Kita inginkan ia lebih terbuka dengan tetangga, masyarakat setempat. Karena di lingkungan masyarakat, tetangga juga yang menjadi keluarga, sahabat yang paling dekat, yang tau seperti apa kondisi saat ini. Juga lebih banyak bersosialisasi di lingkungan, paling utama lagi berkaitan dengan Administrasi Kependudukan.

"Saya sempat kaget mendengarnya, kalau ibu Rica ini menetap di Desa Koto Tandun sudah 3 tahun sejak pindah dari Desa Pematang Tebih, Ujung Batu, sampai hari ini belum mengurus surat pindah," ujarnya.

Hal ini juga membuat ibu Rica ini tidak menerima bantuan dalam bentuk apa pun yang digelontorkan oleh Pemerintah baik kabupaten sampai ke Pusat.

Nah, apa yang sudah kita lihat, kita dengar dan saksikan di Desa Koto Tandun, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, Riau yang sempat menghebohkan dunia sejagat maya. Menjadi ajang intropeksi diri, sebab pengalaman hidup itu lebih mahal.

Sementara, Kades Koto Tandun Onto Wiryo sangat berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah ikut berperan membantu keluarga Rica, termasuk H Mahmud SE. Kejadian ini merupakan pelajaran yang sangat berharga buat semuanya termasuk pihak desa, Rica dan keluarganya.

"Ini pelajaran berharga buat kita semua. Mari kita petik hikmah dibalik kejadian ini, dimana kami sebagai pihak desa yang sudah bekerja maksimal untuk melakukan pend ataan warga kedepan akan lebih ditingkatkan lagi.

Begitu juga, buat Rica dan keluarga maupun warga baru di desa tersebut agar mendengarkan arahan dari Pemerintah Desa dan perangkatnya terutama sekali berkaitan dengan administrasi kependudukan. Karena ini yang menjadi acuan, pihak desa menetapkan atau pun mengajukan peserta penerima bantuan dari pemerintah.***

 

Reporter   : Faisal    / Editor  : Cardova

Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait