Home / Lingkungan / BMKG Deteksi 27 Titik Api di Riau

BMKG Deteksi 27 Titik Api di Riau

BMKG Deteksi 27 Titik Api di Riau
Ist
ILustrasi

Pekanbaru, Oketimes.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, kembali mengupdate pantauan titik panas atau hotspot yang terdeteksi di Provinsi Riau, pada Sabtu (18/4/2020) pagi. Hasilnya, pagi ini ada 27 hotspot yang terpantau di langit Riau.

Prakirawan BMKG Pekanbaru, Bibin Sulianto mengatakan 27 hotspot di Riau itu, merupakan bagian dari 133 hotspot yang terpantau di Pulau Sumatera pagi ini.

Adapun rinciannya, hotspot terbanyak muncul di Provinsi Kepulauan Riau sebanyak 61 hotspot, diikuti Riau 27 hotspot, Sumatera Selatan 21 hotspot, Jambi dan Bangka Belitung masing-masing sembilan hotspot. Kemudian, Lampung tiga hotspot, Sumatera Utara dua hotspot dan Sumatera Barat satu hotspot.

"Hotspot ini berada di atas level confidence 50 persen dan di Riau terpantau ada 27 hotspot yang tersebar di delapan kabupaten dan kota se Riau," kata Bibin di Pekanbaru, Sabtu pagi.

Hotspot-hotspot tersebut, kata Bibin terdeteksi ada di Pelalawan delapan hotspot, Siak dan Indragiri Hilir (Inhil) lima hotspot, Bengkalis dan Kepulauan Meranti masing-masing tiga hotspot, serta Kampar, Dumai, dan Rokan Hilir (Rohil) masing-masing satu hotspot.

Apabila mengacu pada Satelit LAPAN, level confidence atau tingkat kepercayaan titik panas maupun titik api ini dibagi menjadi tiga kategori yakni rendah, sedang dan tinggi.

Jika dikonversi ke dalam persentase berturut-turut adalah 0-29 persen untuk level confidence rendah, 30-79 persen untuk level confidence sedang dan 80-100 persen untuk level confidence tinggi dapat diduga sebagai titik api.

"Ada satu titik yang berada di Kepulauan Meranti diduga sebagai titik api karena berada di level confidence tinggi. Selebihnya berada di level confidence sedang dan rendah," pungkasnya.***


Reporter  : Richarde   / Editor : Cardova

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.