Home / Peristiwa / Jumlah ODP di Rohil Capai 1149 Orang, Satu PDP

Jumlah ODP di Rohil Capai 1149 Orang, Satu PDP

Jumlah ODP di Rohil Capai 1149 Orang, Satu PDP
Jhonari
Foto Inset : Plt Kadiskominfotik Rohil Hermanto S.Sos dan update jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) di Kabupaten Rokan Hilir, Riau, mencapai 1149 orang hingga Minggu 29 Maret 2020.

Rokan Hilir, Oketimes.com - Hingga Minggu 29 Maret 2020 sore, jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) di Kabupaten Rokan Hilir, Riau, mencapai 1149 orang. Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) masih satu orang yang kini dirawat di RSUD DR RM Pratomo.

"Peningkatan disebabkan mereka yang pulang dari luar daerah seperti Mahasiswa dan para Tenaga Kerja diluar daerah dan luar negeri," kata Plt Kadiskominfotik Hermanto, S.Sos didampingi Kasubag DokPim Hasnul M Yamin, Minggu (29/3/2020).

Dikatakan Hermanto, semua ODP maupun PDP sudah dilakukan pengecekan oleh petugas kesehatan yang tersebar di Hampir seluruh Kecamatan di Rohil.

"Sekali lagi kita ingatkan masyarakat jangan panik. Kita terus berupaya memutus mata rantai penyebran Covid 19 ini," jelas Hermanto.

Sedangkan terkait PDP karena ada salah satu masyarakat yang pulang dari luar daerah lanjut Hermanto, saat ini masih dilakukan perawatan medis  di RSUD DR RM Pratomo.

"PDP juga sudah diperiksa dan kondisi sudah pulih dan membaik. Kita tetap terapkan protokol isolasi saat dirawat paling cepat 14 hari," tegasnya.

Menurutnya, jumlah PDP sangat relatif karena sejak dua pekan ini bisa jadi berkurang dan bertambah,jika sudah selesai masa 14 hari maka selesailah proses ODP dan tetap akan dilakukan pemantauan.

"Rohil tanggap semua posko terbesar disemua kecamatan dan kita pastikan masyarakat yang pulang ke Rohil semua diperiksa secara rutin." ungkasnya.***


Reporter   : Jhonari  / Editor  : Cardova  

 

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.