Home / Lingkungan / BPBD Riau Akui Tim Karhutla Berjibaku Padamkan Api Pulau Rupat

BPBD Riau Akui Tim Karhutla Berjibaku Padamkan Api Pulau Rupat

BPBD Riau Akui Tim Karhutla Berjibaku Padamkan Api Pulau Rupat
Ist
Edwar Sanger, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau.

Pekanbaru, Oketimes.com - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Pulau Rapat, Kabupaten Bengkalis, Riau sudah 11 hari belum juga tuntas teratasi. Tim Satgas Karhutla juga masih berjibaku mengatasi kebakaran lahan gambut itu.

"Pemadaman kebakaran lahan di Pulau Rupat hari ini memasuki 11 hari," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edwar Sanger kepada awak media di Pekanbaru, Senin (27/1/2020).

Edwar mengakui, tim yang tergabung dalam Satgas Karhutla Riau, mengalami kendala mengatasi kebakaran lahan di Pulau Rupat.

"Karena lokasi kebakaran sulit dijangkau petugas, kemudian air dan sarana prasarana sulit didapat di lokasi kebakaran," ungkap Edwar Sanger.

Selain itu, lanjut Edwar, kondisi lahan gambut yang memiliki kedalaman tiga meter lebih, juga menjadi kendala utama yang dihadapi tim saat melakukan pemadaman.

"Lahan yang terbakar itu gambut, yang memiliki kedalaman lebih dari tiga meter. Itu yang membuat kesulitan teman-teman di lapangan. Ditambah lagi angin di sana cukup kencang," ulasnya.

Meski begitu, mantan Penjabat Walikota Pekanbaru ini, mengklaim saat ini sebagian lahan gambut yang terbakar tinggal pendinginan.

"Sebagian tinggal pendinginan, karena malam tadi kena hujan. Kita lihat perkembangan sampai sore ini, karena informasi dari BMKG dilihat dari radar di sekitar lokasi kebakaran lahan di Rupat ada potensi hujan. Mudah-mudahan malam ini, semua bisa teratasi," pungkas Kepala BPBD Riau meyakinkan.***


Reporter   : Richarde
Editor        : Cardova   

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.