BP3MI Riau Akui Layanan Helpdesk PMI di Bandara SSK II Pekanbaru Belum Berjalan Efektif

ILustrasi Layanan Helpdesk BP3MI Riau bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru.

PEKANBARU, Oketimes.com — Layanan Helpdesk bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, hingga kini belum berjalan efektif. Kondisi tersebut terjadi meskipun kantor perwakilan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) wilayah Provinsi Riau telah beroperasi dalam beberapa tahun terakhir.

Minimnya pelayanan helpdesk di bandara tersebut disebut kerap membuat PMI yang membutuhkan perlindungan atau penanganan kepulangan merasa kecewa karena tidak mendapatkan layanan secara langsung di lokasi kedatangan maupun keberangkatan.

Selain itu, lemahnya pengawasan terhadap keluar masuknya PMI melalui bandara juga menjadi sorotan publik. Kurangnya pengawasan dan sosialisasi dinilai berpotensi menimbulkan kerawanan, mengingat wilayah Riau merupakan salah satu pintu strategis mobilitas pekerja migran menuju sejumlah negara di Asia Tenggara dan negara lainnya.

Kepala BP3MI Provinsi Riau, Fanny Wahyu Kurniawan, mengakui bahwa pelayanan helpdesk di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru saat ini belum berjalan optimal.

Menurutnya, kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan anggaran dari pemerintah pusat yang belum terealisasi, sehingga fasilitas pendukung untuk operasional helpdesk belum dapat dilengkapi secara maksimal.

“Untuk pelayanan helpdesk sebenarnya sudah ada di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, tepatnya di lantai dua. Namun belum efektif karena masih membutuhkan anggaran untuk melengkapi peralatan helpdesk sehingga belum berjalan normal,” kata Fanny, Senin (16/3/2026).

Terkait pengawasan PMI yang keluar masuk melalui Bandara SSK II Pekanbaru, Fanny menyebut aktivitasnya saat ini belum terlalu signifikan. Ia mengatakan sebagian besar mobilitas PMI dari wilayah Riau masih melalui jalur pelabuhan laut.

“Kalau terkait PMI yang keluar masuk lewat Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru saat ini belum terlalu menonjol. Kebanyakan masih melalui Pelabuhan Dumai, sehingga kami lebih fokus ke wilayah pelabuhan kapal,” ujarnya.

Meski demikian, BP3MI Riau tetap melakukan koordinasi dengan pihak bandara untuk memantau keberangkatan maupun kedatangan PMI yang menggunakan jalur udara.

Fanny menegaskan pihaknya akan terus berupaya membenahi layanan helpdesk PMI di Bandara SSK II Pekanbaru agar dapat berfungsi secara optimal ke depan.

“Ke depan kami berharap layanan helpdesk di Bandara SSK II Pekanbaru dapat berjalan lebih efektif. Saat ini memang masih terkendala anggaran sehingga pelayanan belum maksimal,” pungkasnya.***


Komentar Via Facebook :

Berita Terkait