Home / Pemerintahan / Pemprov Riau Bertolak Ke Malaysia, Bahas Roro Dumai-Melaka

Pemprov Riau Bertolak Ke Malaysia, Bahas Roro Dumai-Melaka

Pemprov Riau Bertolak Ke Malaysia, Bahas Roro Dumai-Melaka
ist.net
PEKANBARU, oketimes.com- Untuk memastikan kelanjutan pembangunan Rol on Roll off (Roro), Dumai-Melaka, Pemprov Riau, hari ini, Rabu (1/10), bertolak ke Malaysia, untuk membahas apakah Roro tersebut dilanjutkan atau tidak. dalam kegiatan Social Economic Malaysia-Indonesia (Sosec Malindo), 1-3 Oktober, di Melaka.

Demikian disampaikan oleh kepala dinas perhubungan Provinsi Riau, Adizar, kepada wartawan, Selasa (30/9). Ia menjelaskan, sampai saat ini belum ada kejelasan dari pihak Malaysia, apakah menyetujui Roro tersebut atau tidak.

"Perlu kepastian dari pihak Malaysia, apakah mereka menyetujuinya atau tidak. Jadi pada pertemuan itulah kita minta ketegasan dari mereka," ungkap Adizar.

Dijelaskan Adizar, kesepakatan kedua belah pihak melalui MoU telah dilaksanakan beberapa bulan lalu, namun hingga saat ini belum ada kesepakatan kelanjutan pembangunannya. Dengan adanya MoU tersebut Pemerintah pusat juga sudah mengeluarkan izin lintas negara, untuk menjalankan Roro.

"Izin lintas laut juga sudah disetujui oleh Menhub, dan pemerintah pusat mendukung. Untuk itulah kita minta kepastian dari pihak Malaysia. Kalau pun tidak jadi ya tidak apa-apa, lagian Roro kita yang di Dumai itu juga sudah difungsikan untuk ke pulau Rupat," terangnya.

Kendala yang menyebabkan terhambatnya progres Roro Dumai-Malaka, tidak terealisasi hingga saat ini, dikarenakan ada perubahan kewenangan. Namun, pihak Federal Melaka sudah berkomitmen untuk mempersiapkan infrastruktur penunjang sarana transportasi laut tersebut.

Sebagaimana diketahui, capaian pengembangan Roro Dumai-Melaka dilanjutkan untuk meningkatkan kemitraan yang telah terjadi di dua negara bertetangga, baik dari sisi ekonomi, sosial dan budaya. (dea)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.