Home / Peristiwa / Lewat KPU, WS Undur Diri Sebagai Komisioner ke Jokowi

Lewat KPU, WS Undur Diri Sebagai Komisioner ke Jokowi

Lewat KPU, WS Undur Diri Sebagai Komisioner ke Jokowi
(Liputan6)
Komisioner KPU, Arief Budiman (kedua kiri) terpilih menjadi Ketua KPU periode 2017-2022 setelah rapat pleno di gedung KPU, Jakarta, Rabu (12/04/2017) lalu.

Jakarta, Oketimes.com - Pasca Komisi Pemberantasan Koruspi menetapkan tersangka dan menahan Wahyu Setiawan yang terjerat kasus suap Operasi Tangkap Tangan KPK pada Kamis (9/1/2020), Komisi Pemilihan Umun (KPU) mengaku telah menerima surat pengunduran diri anggotanya tersebut sebagai komisioner.

"Benar, pak WS telah membuat pengajuan surat pengunduran diri yang ditujukan kepada Presiden yang disampaikan melalui KPU. Ditandatangani bermeterai, yang asli sedang kita simpan, karena nanti itu yang akan kita kirimkan langsung kepada Presiden," kata Ketua KPU RI Arief Budiman kepada awak media di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2020).

Selain itu, Arief Arief juga mengatakan salinan surat pengunduran diri anggotanya itu, juga akan diserahkan kepada DPR RI dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan pihaknya akan segera mengirim surat itu ke Istana.

"Kami juga akan menyampaikan salinannya nanti kepada DPR dan DKPP. Segera kami upayakan hari ini, ini kan sudah malam. Pokoknya kami upayakan secepatnya," ujar Ketua KPU RI itu.

Informasi yang dirangkum awak media, salinan surat pengunduran itu beradar ke publik dengan cepat. Wahyu Setiawan, menulis surat pengunduran itu dengan sebuah kertas HPS putih yang diketiknya dan bertuliskan "Dengan saya telah ditetapkan sebagai tersangka, maka dalam waktu segera saya akan mengundurkan diri sebagai anggota KPU," tulis Wahyu.***


Source  : Detik.com
Editor   : Van Hallen  

 

 

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.