Home / Nasional / Jokowi Lantik Lima Dewan Pengawas dan 5 Pimpinan KPK yang Baru

Jokowi Lantik Lima Dewan Pengawas dan 5 Pimpinan KPK yang Baru

Jokowi Lantik Lima Dewan Pengawas dan 5 Pimpinan KPK yang Baru
Istimewa
Usai melakukan prosesi pengucapan janji dan pengambilan sumpah jabatan, Lima Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi KPK foto bersama di Istana Negara, Jakarta, Jumat (20/12/2019).

Jakarta, Oketimes.com - Presiden Joko Widodo akhirnya resmi melantik lima Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi dan 5 anggota dewan pengawas KPK untuk menjalani proses pengucapan janji dan pengambilan sumpah jabatan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (20/12/2019).

Selain dihadiri anggota kabinet dan pejabat negara lainnya, proses pengucapan janji dan sumpah jabatan tersebut juga dihadiri para mantan pimpinan KPK periode 2015-2019.

Pengucapan janji dan sumpah jabatan tersebut diawali dengan pengucapan lima anggota dewan pengawas KPK, yakni :

1. Tumpak Hatorangan Panggabean sebagai ketua merangkap anggota (Mantan Ketua KPK)

2. Artidjo Alkostar sebagai anggota (Mantan Hakim Agung)

3. Albertina Ho sebagai anggota (Hakim yang menangani kasus Gayus Tambunan)

4. Hardjono sebagai anggota (Ketua DKPP dan mantan Hakim Konstitusi)

5. Syamsudin Haris sebagai anggota (Peneliti LIPI)

"Demi Allah saya bersumpah/ berjanji dengan sungguh-sungguh untuk melaksankaan tugas ini. Saya berjanji bahwa saya tidak melakukan sesuatu dalam tugas ini baik langsung atau tidak langsung dari siapapun juga suatu janji atau pemberian dari siapapun. Saya berjanji atau bersumpah bertugas sungguh-sungguh dengan seksama, objektif, jujur dan adil tidak membedakan agama, ras, jender dan golongan tertentu," ucap para anggota Dewan Pengawas KPK di Istana Negara.

Pengucapan sumpah dan janji jabatan 5 anggota Dewan Pengawas KPK itu turut didampingi para rohaniawan sesuai keyakinan masisng-masing. Usai pengucapan sumpah janji dan jabatan dilanjutkan penandatanganan berita acara di hadapan Presiden Jokowi.

Tak lama kemudian, proses pengucapan janji dan sumpah jabatan dilanjutkan oleh 5 pimpinan KPK periode 2019-2023. Adapun Pimpinan KPK periode 2019-2023 itu, antara lain:

1. Firli Bahuri sebagai ketua merangkap anggota (Perwira Tinggi Polri)

2. Alexander Marwata sebagai anggota (Wakil Ketua KPK 2015-2019)

3. Nurul Ghufron sebagai anggota (Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember)

4. Nawawi Pomolango sebagai anggota (Hakim tinggi pada Pengadilan Tinggi Denpasar)

5. Lili Pintauli Siregar sebagai anggota (Wakil Ketua LPSK 2013-2018).

"Demi Allah saya bersumpah/ berjanji dengan sungguh-sungguh untuk melaksankaan tugas ini. Saya berjanji bahwa saya tidak melakukan sesuatu dalam tugas ini baik langsung atau tidak langsung dari siapapun juga suatu janji atau pemberian dari siapapun. Saya berjanji atau bersumpah bertugas sungguh-sungguh dengan seksama, objektif, jujur dan adil tidak membedakan agama, ras, jender dan golongan tertentu," ucap kelima pimpinan KPK di hadapan Jokowi.

Usai pengucapan sumpah dan janji jabatan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara oleh masing-masing pimpinan KPK tersebut.

Sementara itu, Presiden Jokowi pun memberikan selamat bekerja kepada kelima pimpinan KPK yang baru dan lima dewan pengawas  KPK yang baru dilantik lewat akun twitternya Jumat (20/12/2019) sore.

"Selamat bekerja Pak Firli Bahuri, dkk, sebagai pimpinan KPK masa jabatan 2019-2023. Juga selamat bertugas Pak Tumpak Panggabean, dkk sebagai Dewan Pengawas KPK," tulis Jokowi.

Jokowi juga menyebutkan dalam akunnya tersebut, agar kelima pimpinan dan dewan pengawas KPK dapat memenuhi harapannya bersama masyarakat bekerja secara independen, terpercaya dan profesional.   

"Semoga dapat memenuhi harapan saya, harapan kita semua, tentang KPK yang independen, terpercaya, dan profesional," pungkas Jokowi.***


Penulis   : Ndanres Area
Editor    : Van Hallen 

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.