Home / Sosial / GMP Desak Pemko dan Polisi Usut Hiburan Malam Sajikan Narkoba ke Tamu

Soal Penemuan Mayat Lelaki Sepulang Dugem dari C7 Ktv & Pub

GMP Desak Pemko dan Polisi Usut Hiburan Malam Sajikan Narkoba ke Tamu

GMP Desak Pemko dan Polisi Usut Hiburan Malam Sajikan Narkoba ke Tamu
Int
ILustrasi

Pekanbaru, Oketimes.com - Penemuan mayat lelaki sepulang dari tempat hiburan malam bersama teman wanitanya yang terbujur kaku di pemukiman warga Jalan Harapan Jaya Kelurahan Lembah Damai Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, pada Jumat (4/10/2019) sore, mendapat tanggapan serius dari kalangan masyarakat.

Tanggapan serius itu, disampaikan Brury Pesolima selaku Ketua Generasi Muda Pekanbaru (GMP), atas beredarnya informasi bahwa penyebab kematian korban diduga kuat tengah mengkomsumsi Narkoba jenis ekstasi di tempat hiburan malam yang berada di Jalan Cempak Pekanbaru atau C7 Ktv and Pub.

Brury mendesak agar pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia, segera melakukan penyelidikan mendalam kepada pengelola tempat hiburan malam C7 Ktv and Pub itu.

"Dugaan adanya temuan transaksi Narkoba jenis ekstasi itu, merupakan Pekerjaan Rumah (PR) besar bagi penegak hukum dalam membasmi peredaran barang haram itu di Kota Pekanbaru," tegas Brury Pesolima kepada Wartawan, Minggu (6/10/2019).

Dia berharap, agar semua pihak harus mewaspadai atas kejadian di tempat hiburan malam C7 itu, karena dugaan transaksi Narkoba di tempat tersebut bisa menjadi ancaman serius dan dikategorikan sesuatu yang luar biasa bagi para bandar bebas menjual barang haram tersebut tanpa terendus aparat penegak hukum setempat.

Tak sampai disitu, Brury juga mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, melalui dinas terkait untuk mempertanyakan soal perizinan tempat hiburan malam tersebut yang buka hingga dini hari atau subuh.

"Pemko harus tegas, dan segera mencabut izinnya. Karena sudah jelas-jelas melanggar jam operasional yang buka sampai jam 5.30 Wib. Padahal aturannya kan pukul 23.59 Wib harus tutup," tukas Brury.

Lebih jauh lagi, Brury mendesak Pemko harus melakukan razia di tempat hiburan malam itu, serta segera mendata para pekerjanya seperti KTP, agar diketahui apakah tempat hiburan malam mempekerjakan anak dibawah umur atau menyediakan wanita penghibur untuk para tamunya.

Selain itu, Brury menegaskan agar pihak Kepolisian bersedia memanggil manajemen C7 Ktv and Pub, guna dimintai kesaksian soal adanya dugaan jual beli Narkoba di tempat tersebut.

"Usut tuntas dong pak Polisi, jangan berikan ruang kepada bandar-bandar narkoba yang merusak generasi muda di Pekanbaru ini, apalagi sampai merenggut nyawa warga," ulasnya.

Menurut Brury, kejadian atas tewasnya warga Pekanbaru di Rumbai Pesisir itu, diduga kuat ditenggarai mabuk berat lantaran minuman alkohol dan menggunakan Narkoba sepulang dari C7 KTV and PUB dan menilai peritiwa tersebut, merupakan preseden buruk bagi semua pemangku kebijakan di Kota Bertuah.

"Kita harus memberikan perhatian serius terhadap peredaran narkoba ini, terutama Pemko Pekanbaru harus lebih jeli dan ketat memberikan izin tempat-tempat hiburan malam itu. Satpol PP juga jangan 'mondok' atau lengah aja di kantornya, lakukan razia secara rutin, biar penegakan perda di Kota Pekanbaru benar-benar berjalan," pintanya.

Terkait hal itu, Abo selaku humas manajemen C7 KTV and PUB, mengaku tidak mengetahui percis peristiwa adanya tamu pengunjung yang ditemukan meninggal dunia sepulang dari tempat hiburan malam tersebut, lantaran diduga kuat tengah dalam keadaan mabuk berat dan mengkomsumsi Narkoba jenis ekstasi yang di pesan dari pekerjanya di tempat itu.

"Soal peristiwa itu saya tidak tahu, karena tahunya hanya dari berita media, dan saya bukan manajer operasionalnya. Apalagi saya kebetulan nggak ada di lapangan saat peristiwa itu terjadi. Karena ada bagian-bagiannya," kata warga keturanan Tionghoa ini kepada oketimes.com saat di hubungi lewat ponselnya, Minggu (6/10/2019) sore.

Ditanya, apakah dibenarkan pekerja atau karyawan C7 Ktv dan PUB bebas melakukan jual beli di tempat hiburan malam tersebut? Abo menipis soal tudingan tersebut, dengan alasannya manajemen melarang adanya kegiatan yang dituduhkan tersebut.

"Tidak benar itu, kalau itu terjadi, kami akan mengeluarkan atau memecat pekerja atau karyawan itu," tukas Abo.

Dia juga kembali menegaskan bahwa soal adanya transaksi Narkoba jenis ekstasi, dirinya tidak mengetahui seperti apa kronologis yang terjadi kepada tamu saat itu, karena ia tugasnya hanya pada bagian kantor dengan manajer operasional yang berbeda.

"Laporan itu kan nggak ke saya, itu urusan manajer operasional KTV dan PUB, saya hanya bagian kantoran saja," ucap Abo.

Ditanya, siapa manajer operasional C7 KTV & PUB yang dapat menerangkan seperti apa kronologis sebenarnya atas peristiwa tamu yang meninggal dunia sepulang dari tempat tersebut, lantaran diduga mabuk berat dan menggunakan Narkoba jenis Ekstasi.

Abo menyarankan awak media ini, untuk mengkonfirmasikan langsung kepada manajer operasionalnya yang bernama Yani di lokasi C7 Ktv dan PUB tersebut, dengan alasan dirinya tidak mengetahui betul soal kronologis tersebut.

"Langsung saja ke Yani, dia yang lebih tahu soal itu. Kalau saya ditanya, saya tidak tau mau jawab apa," tukasnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Pekanbaru Agus Pramono, mengatakan sejauh ini pihaknya belum bisa memberikan penjelasan banyak soal adanya dugaan jual beli Narkoba di C7 Pekanbaru, dengan dalih peroses penyelidikan masih dilakukan pengembangan dari pihak Kepolisian, sehingga dirinya belum dapat memberikan penjelasan soal tudingan itu.

"Untuk saat ini kami belum bisa melakukan tindakan progresif dulu, sebab permasalahan tersebut masih ditangani pihak Kepolisian. Kita tunggu saja dulu mereka bekerja, kita disini sifatnya masih menunggu," pungkas Agus Pramono saat dikontak lewat ponselnya Minggu sore.***


Reporter   : Richarde
Editor        : Cardova

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.