Home / Lingkungan / Warga Ujungbatu Resah Tambang Galian C Makin Marak

Warga Ujungbatu Resah Tambang Galian C Makin Marak

Warga Ujungbatu Resah Tambang Galian C Makin Marak
Yasor
Kondisi Penambangan Galian C di Tepian Sungai Rokan Kabupaten Rokan Hulu, Riau.

Ujungbatu, Oketimes.com - Puluhan galian C di kota Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu, Riau, ternyata selama ini tengah menyebabkan kerusakan lingkungan yang cukup signifikan dan bahkan juga merusak Infrastruktur.

Peryataan tersebut diutarakan pengamat hukum Wahana Hijau Indra Ramos SHi pada awak media ini di Ujungbatu, Minggu 23 Juni 2019. Selain itu, dia juga menyebutkan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, harus bertindak tegas terhadap praktik galian C. Upaya serius untuk menertibkan praktik operasi tambang yang merusak lingkungan itu juga tak tampak hingga kini.

"Akibat praktik galian C tersebut, berdampak negatif terutama terhadap lingkungan diantaranya krisis air bersih, alih fungsi lahan yang tidak produktif serta sendimentasi sungai. Bila tidak segera ada tindakan, maka kerusakan lingkungan di Kabupaten Rikan Hulu akan semakin parah," kata Indra yang juga ketua Yayasan Bening Nusantara itu.

Pengamat hukum Wahana Hijau itu menilai, sampai saat ini belum ada solusi konkret serta upaya penegakan hukum lingkungan hidup terhadap pelaku usaha galian C. Hingga saat ini, usaha galian C di Kabupaten Rokan Hulu terkhusus di Ujungbatu merupakan usaha pertambangan nonmineral yang ilegal.

Hal ini dilihat dari bentuk usaha yang tidak memiliki surat Izin Usaha Penambangan (IUP). Oleh karena itu, pengamat hukum Wahana Hijau Indra mendesak Pemkab Rohul untuk segera menutup semua aktivitas galian C di wilayah Kabupaten Rokan Hulu terkhusus di Ujungbatu, melakukan penegakan hukum lingkungan terhadap pelaku usaha galian C, pelaku usaha segera reklamasi lahan-lahan bekas galian C tersebut.

"Kewajiban reklamasi lahan bekas galian pun tidak pernah dilakukan oleh pelaku usaha, sehingga meninggalkan kubangan-kubangan besar," katanya.

Ditempat yang sama, Indra menyebut Badan Lingkungan Hidup (BLH) kabupaten Rokan Hulu, diminta untuk tidak tutup mata terhadap pelaku usaha galian C yang diduga tidak memeliki izin yang berdampak pada kerusakan lingkungan dan mengganggu pasilitas umum.

Kabid perizinan Kabupaten Rokan Hulu Sofyan mengatakan, Pemkab Rohul telah membuka rekomendasi terhadap pelaku usaha galian C yang ingin mengurus izin operasional ke provinsi.

Sebab kata Sofyan, pihaknya hanya bisa mempasilitasi mereka yang ingin mengurus izin usaha dan mendapat kepastian hukum usaha yang  legal terhadap pelaku usaha galian C.

"Sejauh ini kami tidak mengetahui begitu banyaknya kuari atau galian C, sedang beroperasi di Rohul apalagi di Ujungbatu. Setau kami bila pelaku usaha galian C itu mau beroperasi tentu mereka mengurus izinnya dulu. Jika mereka mau mengurus izin keprovinsi terlebih dahulu mengurus rekomendasi di kabupaten, kalau tak ada itu tentu mereka tidak bisa mendapatkan izin dari Provinsi atau tidak boleh beroperasi," kata Soyan kepada oketimes.com, Minggu (23/6/2019).

Ditempat yang sama, Badan Lingkungan Hidup (BLH) kabupaten Rokan Hulu, diminta untuk tidak tutup mata terhadap pelaku usaha galian C yang diduga tidak memeliki izin yang berdampak pada kerusakan lingkungan dan mengganggu pasilitas umum.

Terkait persoalan maraknya pelaku usaha galian C di Kabupaten Rokan Hulu yang sedang beroperasi baik yang ada disungai maupun didaratan, Sofyan mengatakan pihaknya belum mendapat laporan resmi dari pelaku usaha galian C itu. Padahal pemkab rohul telah membuat perda yang mengatur tentang hal itu, pihaknya juga telah siap untuk mempasilitasi mereka untuk mengurus izinnya ke Provinsi.

"Anehnya kenapa mereka enggan untuk mengurus itu, padahal tak ada yang dipersulit. Jika mereka serius, kami siap memfasilitasi sepanjang mereka mau mengurusnya. Memang, untuk mendapatkan rekomendasi dari kabupaten terlebih dahulu melihat kondisi dilapangan. Sebab, layak atau tidaknya lahan tertentu dijadikan sebagai galian C tergantung dampak positif negatifnya dulu baru bisa kita buat rekomendasinya," tegas Sofyan.***


Reporter  : Yasor  
Editor      : Cardoffa

 

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.