Home / Peristiwa / Kebohongan Pengusaha Dok Terbongkar, Pekerja Didatangkan dari Luar

Kebohongan Pengusaha Dok Terbongkar, Pekerja Didatangkan dari Luar

Kebohongan Pengusaha Dok Terbongkar, Pekerja Didatangkan dari Luar
hen/oketimes.com
BAGANSIAPIAPI, oketimes.com- Kebohongan Pengusaha galangan kapal terbongkar, ternyata para pekerjanya didatangkan dari luar daerah, hal ini terbongkar setelah adanya peristiwa kecelakaan kerja Rabu (15/10) yang mengakibatkan tewasnya MN buruh harian lepas warga asal Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Dengan dalih membantu pemerintah dalam menyediakan lapangan pekerjaan buat warga lokal, pengusaha Galangan Kapal ini tidak memiliki izin dalam pemenuhan bahan baku industrinya, sebaliknya mengaku bahwa kelangsungan usaha yang dilakoninya pantas diperhatikan Pemda setempat agar tetap berkesinabungan, kalau tidak usahanya yang sudah puluhan tahun akan punah.

"Seharusnya Pemkab Rohil lebih perhatianlah terhadap kelangsungan usaha kami (Galangan kapal-red), setidaknya turut memikirkan bagaimana caranya kami harus mendapatkan kayu secara legal, entah itu ada kerjasama dengan PT Diamond, atau dengan cara lain, kalau tidak suatu saat Bagansiapiapi yang terkenal dengan pembuatan kapal kayu, nanti hanya tinggal nama dan sejarah," sebutnya kepada wartawan belum lama ini di galangan kapal miliknya.

Ahok juga menjelaskan bahwa tak hanya para pengusahanya saja yang menggantungkan hidup pada Dok, tapi juga ribuan pekerja harian lepas, seperti pekerja di hutan (Penebang kayu), buruh lansir, buruh gerobak, buruh harian lepas (Tukang) dan pihak-pihak lainnya seperti oknum aparat hukum yang diuntungkan.

"Kalau kita selaku pengusaha apalah, di tempat lain kita juga bisa bikin usaha, yang kasian kita itu masyarakatnya, kalau dok tutup ya otomatislah pengangguran bertambah," pungkasnya.(hen)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.