Waspada! Pemerintah Umumkan Riau Masuk Zona Merah Pandemi Covid-19

ILustrasi

Pekanbaru, Oketimes.com - Tingginya kasus Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Indonesia, termasuk di provinsi Riau, pemerintah pusat akhirnya menetapkan kota Pekanbaru sebagai wilayah zona merah penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Selain provinsi Riau, sejumlah wilayah yang sudah masuk zona merah antara lain, DKI Jakarta, Sumatera Selatan (Kota Prabumulih), Jawa Barat dengan rincian, Kabupaten Bogor, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi dan Kota Bogor.

Penetapan wilayah zona merah dilakukan, setelah ditemukannya kasus Virus Corona dengan riwayat yang bersih dari interaksi luar kota dan bersih dari interaksi dengan pasien positif Covd-19.

"Sudah dimasukkannya Kota Pekanbaru sebagai daerah transmisi lokal atau zona merah di indonesia," kata juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Riau, dr Indra Yopi dalam jumpa persnya di gedung Daerah Riau, Senin (13/4/2020) sore di Pekanbaru.

Indra Yopi juga menyebutkan penentuan daerah transmisi lokal diputuskan oleh pemerintah pusat. "Yang menentukan daerah transmisi lokal, bukan kewenangan daerah, tapi langsung ditentukan pusat," ulasnya.

Sementara terkait variable penentapan zona merah, Pemprov Riau tidak mengetahui apa saja penyebabnya, selain ditemukannya kasus penularan tanpa kontak dengan pasien positif.

"Variabel-variable kenapa pekanbaru dijadikan wilayah transmisi lokal saya tidak tahu, apakah sudah ada bukti kasus transmisi lokal secara laboratorium belum ada, mungkin secara studi epidemiologi sudah terbukti, makanya ditetapkan sebagai wilayah dengan transmisi lokal," sebutnya.  

Sebagaimana diketahui, kasus transmisi lokal di Indonesia pertama kali ditemukan pada pasien ke-27. Pasien kasus 27 adalah seorang laki-laki berusia 33 tahun.

Hal itu disampaika Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto dalam siaran persnya, Selasa (10/3/2020) yang mengatakan, pasien ini mengaku tidak berasal dari luar negeri.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah pun memastikan bahwa kasus ini bukan merupakan imported case. Yuri juga memastikan bahwa penularan terhadap kasus ini bukan berasal dari klaster lainnya.***


Reporter   : Richarde   / Editor : Cardova 

Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait