Home / Peristiwa / BKSDA Riau Lepas Anak Beruang Madu Terjerat di Kebun Sawit Desa Ringin Inhu

BKSDA Riau Lepas Anak Beruang Madu Terjerat di Kebun Sawit Desa Ringin Inhu

BKSDA Riau Lepas Anak Beruang Madu Terjerat di Kebun Sawit Desa Ringin Inhu
Ist
Tim BKSDA Riau didampingi masyarakat dan Polsek Batang Gangsal, langsung menuju ke lokasi terjeratnya seekor satwa anak beruang madu untuk melakukan pengecekan keadaan satwa di perkebunan sawit Desa Ringin Kecamatan Batang Gansal Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, pada Rabu 25 Maret 2020.

Pekanbaru, Oketimes.com - Bermodal informasi masyarakat terkait adanya satwa liar jenis beruang madu (Helarctos malayanus) anakan yang terjerat di perkebunan sawit di Desa Ringin Kecamatan Batang Gansal Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, pada Rabu 25 Maret 2020, Tim Rescue BBKSDA Riau langsung berangkat menuju ke lokasi di RT 04 Desa Ringin setempat.

Setibanya di lokasi, sekitar pukul 18.14 WIB jelang malam, tim BKSDA Riau didampingi masyarakat dan Polsek Batang Gangsal, langsung menuju ke lokasi terjeratnya seekor satwa anak beruang untuk melakukan pengecekan keadaan satwa tersebut.

Ketika hendak melepas jeratan, tim kesulitan, karena masih ada induk Beruang yang menunggu di tempat tersebut. Akhirnya diputuskan untuk mundur, dengan pertimbangan, hari sudah malam dan beresiko tinggi.

"Tim memutuskan untuk melanjutkan evakuasi esok harinya sekaligus menunggu bantuan tim medis dari Balai Besar KSDA Riau," kata Kepala Bidang KSDA Wilayah I Andri Hansen Siregar pada Jumat (27/03/2020).

Dikatan Andri Hansen, keesokan harinya, bersama Kanit Intel Polsek Batang Gangsal dan masyarakat tim BBKSDA Riau melanjutkan evakuasi, setelah terlebih dahulu mempersiapkan peralatan medis. Langkah awal yang  dilakukan adalah, menghalau induk Beruang yang masih menunggu anaknya.

Tak lama kemudian induk Beruang menjauh, segera dilakukan penanganan terhadap anak Beruang yang terjerat dengan memegang tubuh satwa secara bersama-sama (tanpa pembiusan) lalu memotong simpul yang mengikat kaki depannya.

Setelah kaki kiri depan satwa terbebas dari jeratan tali tambang jenis nylon, dengan terlebih dahulu mempertimbangkan kondisi luka pada kaki yang terjerat tidak luka, masih superfisial, maka tim medis merekomendasikan untuk dapat melepas satwa tersebut untuk kembali pada induknya.

Berdasarkan pemantauan tim, anak Beruang yang terjerat berumur sekitar 1 tahun. Tim BBKSDA Riau bersama anggota Polsek dan masyarakat, langsung melakukan penyisiran jerat yang ada disekitar kebun sawit tersebut, dan berhasil mendapatkan 3 unit jerat tambang nylon.

Tak sampai disitu tim memberikan edukasi dan penjelasan kepada Kepala Desa, agar dapat menghimbau masyarakat tidak ada lagi yang memasang jerat untuk jenis satwa apapun, karena hal itu telah dilarang pemerintah.***


Reporter    : Richarde  / Editor   : Cardova

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.