Home / Hukrim / Duga, Pengadaan Bahan Kimia UPT SPAM Pelalawan 'Bau' KKN

Dikonfirmasi Kadis PUPR Pelalawan Membisu

Duga, Pengadaan Bahan Kimia UPT SPAM Pelalawan 'Bau' KKN

Duga, Pengadaan Bahan Kimia UPT SPAM Pelalawan 'Bau' KKN
Ist
ILustrasi

Pekanbaru, Oketimes.com - Proyek pengadaan bahan kimia UPT SPAM yang dilakukan Dinas PUPR Pelalawan pada tahun anggaran 2019 lalu, diduga sarat dengan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dalam pelaksanaannya.

Dugaan KKN tersebut, terasa sejak proses tender yang dilakukan ULP LPSE Pelalawan pada awal Desember 2019 hingga penetapan pemenang lelang yang terkesan mengarah ke salah satu rekanan yang diduga rekanan dekat Dinas PUPR Pelalawan yang membidangi kegiatan tersebut.

"Saya mencurigai penyelenggara kegiatan, telah berkolusi dengan rekanan. Sebab harga penawaran terendah dikalahkan dan yang tinggi malah dimenangkan," kata salah satu rekanan yang ikut tender dan dirahasiakan identitasnya kepada oketimes.com pada Sabtu (18/1/2020) di Pekanbaru.

Disebutkan sumber, dugaan adanya 'kongkalikong' itu, terdeteksi setelah panitia lelang memenangkan CV Riau Realita yang beralamat Kantor Jalan Semangka Kecamatan Sukajadi Pekanbaru, dimenangkan panitia menjadi pemenang tender pengadaan bahan kimia UPT SPAM Pelalawan dengan nilai tawar yang cukup tinggi.

"Pemenang lelang membuat penawaran kurang lebih Rp 400 juta lebih, sementara penawar terendah hanya Rp200 juta lebih. Saya menduga satker penyelenggara, Panitia dan rekanan sudah berkolusi untuk memenangkan tender tersebut," ungkap sumber.

Sumber memaparkan adapun modus dugaan KKN tersebut, terlihat dengan penyusunan harga standar satuan bahan kimia yang cukup tinggi dilakukan satker dalam menentukan Bill Of Quantity (BOQ) yang menjadi acuan penawaran peserta lelang.

"Terutama dalam penetapan harga satuan pengadaan kaporit termuat Rp53.000 per Kg, sementara harga jual dari toko atau distributor resmi hanya Rp29.000 per Kg," papar sumber.

Tak sampai disitu lanjut sumber, untuk pengadaan Alumunium Sulfat harga satuan yang ditetapkan mencapai Rp16.500 per Kg. Sementara harga dipasaran hanya mencapai Rp4.400 per Kg.

Hal yang sama juga tidak jau beda dengan penetapan harga satuan pembelian soda ash yang termuat Rp8.500 per Kg. Sementara harga dipasaran hanya mencapai Rp6.600 per Kg.

"Jika dikalkulasikan secara keseluruhan tiga item harga satuan pengadaan kimia tersebut, rekanan mendapat keuntungan mencapai kurang lebih 300 persen dari harga pasaran yang ada. Ini cukup luar biasa dan patut dicurigai," ungkap sumber lagi.

Terkait itu, sumber meminta kepada aparat penegak hukum (APH), seperti penyidik Kepolisian, Kejaksaan dan lainnya, untuk segera mengusut dugaan korupsi tersebut.

"Bisa jadi modus kongkalikong tersebut sering terjadi selama ini dan tidak terdeteksi oleh aparat penegak hukum," pungkas sumber.

Terkait hal itu, Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pelalawan Hardiansyah ST, saat dihubungi lewat telepon pintarnya yang dalam keadaan aktif pada Sabtu (17/1/2020) petang, tidak bersedia menjawab panggilan awak media ini, kendati sudah berulang kali dihubungi.

Pesan pertanyaan yang dikirimkan ke nomor ponselnya juga belum berbalas, hingga berita ini dimuat.***


Reporter    : Richarde
Editor         : Ndanres Area                    

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.