Home / Hukrim / Inisial DH Masuk List, KPK Umumkan 10 Tersangka Baru Proyek Jalan Bengkalis

Dua Pejabat PU Bengkalis 8 Orang Rekanan

Inisial DH Masuk List, KPK Umumkan 10 Tersangka Baru Proyek Jalan Bengkalis

Inisial DH Masuk List, KPK Umumkan 10 Tersangka Baru Proyek Jalan Bengkalis
Ist
ILustrasi

Jakarta, Oketimes.com - Setelah melakukan proses penyelidikan yang cukup panjang, selama beberapa tahun terakhir ini, akhirnya Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK-RI), kembali menetapkan 10 orang tersangka baru dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan Jalan di Kabupaten Bengkalis, Riau.

"Kami sudah menemukan 10 tersangka baru, terkait empat paket proyek pembangunan jalan di Kabupaten Bengkalis Riau, untuk dilanjutkan ke proses penyidikan," kata Ketua KPK Firli Bahuri di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (17/1/2020).

Dari kesepuluh tersangka baru itu, dua diantaranya Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Dinas PU Bengkalis dan 8 orang dari pihak rekanan atau swasta.

Kesepuluh tersanga baru itu adalah:

1.  M Nasir selaku mantan Kadis PU Bengkalis (sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka).
2. Tirtha Ardhi Kazmi selaku pejabat pembuat komitmen.
3. Handoko Setiono selaku kontraktor.
4. Melia Boentaran selaku kontraktor.
5. I Ketut Surbawa selaku kontraktor.
6. Petrus Edy Susanto selaku kontraktor.
7. Didiet Hadianto selaku kontraktor.
8. Firjan Taufa selaku kontraktor.
9. Viktor Sitorus selaku kontraktor.
10. Suryadi Halim alias Tando selaku kontraktor.

Dilansir dari detik.com, Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan kesepuluh orang itu ditetapkan sebagai tersangka, karena diduga melakukan tindak pidana korupsi di empat lokasi proyek dari total paket proyek pembangunan jalan di Bengkalis, Riau.

Keempat proyek tersebut adalah peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu-Siak Kecil, peningkatan Jalan Lingkar Pulau Bengkalis, pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri, dan pembangunan Jalan Lingkar Timur Duri.

"Berdasarkan hasil penghitungan sementara terhadap keempat proyek tersebut, diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara kurang-lebih sebesar total Rp 475 milyar," ucapnya.

Para tersangka dikenai Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam kasus ini, KPK sebelumnya telah menetapkan empat orang tersangka, yakni Bupati Bengkalis Amril Mukminin, M Nasir, Direktur PT Mitra Bungo Abadi Makmur alias Aan, dan Hobby Siregar.

M Nasir bersama Hobby Siregar dan Makmur ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi proyek peningkatan jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Bengkalis.

Sedangkan Bupati Bengkalis Amril Mukminin sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek pembangunan jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis. Amril diduga menerima suap Rp 5,6 miliar.

Proyek jalan itu terdiri atas enam paket pekerjaan pada 2012 dengan total anggaran Rp 537,33 miliar. Amril diduga sempat menerima Rp 2,5 miliar untuk memuluskan anggaran proyek peningkatan jalan Duri-Sei Pakning multiyears tahun 2017-2019.***


Source   : Detik.com
Editor     : Van Hallen 

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.