Home / Pendidikan / Proyek RKB SMPN 44 Mangkrak, Disdik Pekanbaru 'Ultimatum' Rekanan

Proyek RKB SMPN 44 Mangkrak, Disdik Pekanbaru 'Ultimatum' Rekanan

Proyek RKB SMPN 44 Mangkrak, Disdik Pekanbaru 'Ultimatum' Rekanan
Disediakan oketimes.com
Kondisi fisik bangunan Ruang Kelas Baru (RKB) enam lokal bertigkat di SMP Negeri 44 Jalan Damai Palas Rumbai, Pekanbaru, yang belum tuntas dikerjakan rekanan hingga Rabu 15 Januari 2020.

Pekanbaru, Oketimes.com - Terkait mangkraknya pembangunan enam ruang kelas baru (RKB) bertingkat di SMP Negeri 44 Jalan Damai Palas Pekanbaru, Dinas Pendidikan Kota, 'mengultimatum' pihak rekanan untuk menggesa pelaksanaan proyek hingga 17 Pebruari 2020 mendatang.

"Jika tidak selesai dilakukan rekanan hingga per 17 Pebruari nanti, tanpa mengurangi rasa hormat kami terpaksa melakukan pemutusan kontrak dan memblaclist perusahaan berikut dendanya," kata Kepala Disdik Pekanbaru Abdul Jamal kepada Team Media oketimes.com dan satelitriau.co Jumat (17/1/2020) di lokasi proyek usai meninjau kondisi terkini bangunan tersebut tadi sore.

Dikatakan Abdul Jamal, penegasan itu dilakukan Disdik Pekanbaru, setelah pihaknya mendapat laporan dari masyarakat, terutama informasi yang disampaikan Team Media oketimes.com dan sateliriau.co dalam melakukan penelusuran terhadap kegiatan tersebut selama ini.

"Kami tidak ingin disalahkan masyarakat, sebab ini semua ditenggarai soal permasalahan di pihak rekanan yang dinilai kurang siap dan tanggap," tukas Abdul Jamal.

Meski begitu, lanjut Abdul Jamal, pihaknya sudah memberikan 'Warning' atau peringatan terkahir kepada CV Anugrah Purnama selaku kontraktor pelaksana.

"Termasuk saat ini kami sudah memberlakukan denda biaya keterlambatan pekerjaan kepada rekanan, pasca diberikan penambahan waktu kerja selama 50 hari sejak kontrak berakhir pada 28 Desember 2019 lalu," tegas Abdul Jamal.

Jamal juga mengungkapkan pihaknya bersama rekanan dan Kabid Sarpras selaku PPK dan PPTK dengan disaksikan Kepala Sekolah SMPN 44, tengah berjanji untuk segera merampungkan pembangunan RKB tersebut dengan secepatnya.

"Paling tidak dua hari atau tiga hari ini sudah selesai semua ini kalau rekanan cepat menggesanya. Kalau lambat, tentu bisa saja sampai berminggu-minggu dan berbulan," tukasnya.

Oleh karena itu, dirinya benar-benar memberikan 'ultimatum keras' kepada rekanan untuk segera menyelesaikan pekerjaan RKB tersebut, sehingga anak-anak sekolah bisa segera menempati untuk melakukan kegiatan belajar-mengajar dengan baik.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Bidang Sarpras Disdik Pekanbaru Ngadimin, dirinya sudah memberikan 'deadline' kepada rekanan untuk segera merampungkan proyek RKB yang mangkrak tersebut kepada rekanan.

"Jika tidak, maka kami akan melakukan langgkah tegas, dengan memutus kontrak bahkan blacklist dan melakukan menyita uang jaminan proyek serta denda lainnya," tegas Ngadimin.

Diakuinya, saat ini pihak rekanan sudah melakukan termin 40 persen dari nilai proyek Rp2,5 miliar lebih. Sementara untuk realisasi fisik sudah mencapai sekitar 80 persen.

"Kalau saat ini kami belum ada kerugian, sebab kondisi fisik sudah 80 persen dan pencairan dana termin masih sekitar 40 persen," ungkap Ngadimin.

Sementara itu, Yulhendri Direktur CV Anugrah Purnama didampingi Salmon selaku penanggunjawab proyek, mengaku siap menyanggupi permintaan pihak Disdik Pekanbaru, untuk segera menuntaskan proyek tersebut, sebelum jatuh tempo pada 17 Pebruari 2020 nanti, pasca perpanjangan waktu pelaksanaan.

"Kami siap dan segera menyelesaikan proyek ini dengan sepatnya. Sebab kami sudah diberikan peringatan keras oleh Disdik Pekanbaru. Pokok lebih cepat selesai lebih bagus, sebab kami tidak ingin diputus kontrak atau blacklist," ujar Yulhendri yang diamini Salmon.

Selaras dengan itu lanjut Yulhendri, pihaknya saat ini sudah bekerja kembali, setelah sempat terhenti selama beberapa pekan terkahir.

"Para tukang dan materil bangunan sudah kami siapkan dan kami sedang bekerja saat ini, sabar aja pak, kami akan tuntaskan dengan segera," pungkas Yulhendri.

Seperti diberitakan, pengerjaan proyek pembangunan enam lokal ruang kelas baru (RKB) di SMP Negeri 44 Jalan Damai Palas Rumbai Pekanbaru, ditemukan mangkrak dan belum rampung 100 persen hingga kini.

Hal tersebut sesuai dengan penelusuran team media oketimes.com dan satelitriau.co pada Rabu (15/1/2020) siang, kondisi fisik pengerjaan proyek RKB di SMPN 44 Pekanbaru, yang dilaksanakan CV Anugrah Purnama itu, baru sekitar 80 persen yang kini terhenti dan tidak ada tanda-tanda pengerjaan dilakukan kontraktor pelaksana.

Malahan di lokasi, para tukang yang menempati basecamp atau tempat penampungan sementara para tukang, terlihat lengang dari aktivitasnya. Mereka memilih tidak bekerja, lantaran pemborong proyek ingkar janji tidak membayar upah tukang kepada para pekerja di sana.

"Kami berhenti bekerja selama dua minggu ini, sebab upah tukang kami tidak dibayar pemborong. Ada sekitar 30 orang tukang dan kernet bangunan tidak bekerja, karena kami menuntut gaji kami," kata seorang tukang yang enggan disebutkan identitasnya pada team media ini di lokasi rabu siang.

Tak sampai disitu, akibat pemborong tidak memberikan upah kerja, para tukang bangunan yang menjaga dan menempati bangunan gedung tersebut, terancam tidak makan. Lantaran uang untuk membeli bahan makanan seperti beras dan lauk tidak ada diberikan pemborong.

"Kami di sini sudah sengsara pak, karena sudah dua hari ini kami tidak makan nasi, karena tidak ada uang. Kami sudah mengadu kepada pemborong yang menyuruh kami bekerja disini, tapi mereka seakan tak peduli dan memberikan janji-janji palsu kepada kami," keluh tukang ini dengan raut wajah terlihat pucat.

Mendengar keluhan para tukang itu, team awak media ini mencoba mengbungi pihak rekanan CV Anugrah Purnama yang bernama Niko lewat ponselnya. Namun Niko memilih tidak menjawab panggilan awak media ini, meski nada dering ponselnya terdengar aktif saat itu.***


Assorted     :  Team Media
Editor         :  Ndanres Area    

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.