Home / Hukrim / Cari Korban Longsor, Team Siaga Bencana Polda Riau Diterjunkan

Dua Ekor Anjing Pelacak K9 Dilibatkan

Cari Korban Longsor, Team Siaga Bencana Polda Riau Diterjunkan

Cari Korban Longsor, Team Siaga Bencana Polda Riau Diterjunkan
Humas Polda Riau For oketimes.com
Tanggap Bencanan : Direktur Sabhara Polda Riay Kombes Pol Drs Zulkifli memberikan arahan kepada Team BARA (Bintara Remaja) Siaga Bencana Dit Samapta Polda Riau yang diterjunkan ke lokasi bencana longsor di Desa Rokan Koto Ruang Kabupaten, Rokan Hulu, Riau, Kamis (5/12/2019) pagi.

Pekanbaru, Oketimes.com - Guna mencari korban tanah longsor di Desa Rokan Koto Ruang Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu, Riau, yang terjadi pada Rabu 4 Desember 2019 dini hari. Team Siaga Bencana Dit Samapta Polda diterjunkan ke lokasi, Kamis (5/12/2019) pagi.

Team Siaga Bencana Polda Riau merespon cepat untuk menangani bencana longsor di Rohul dengan membawa perlengkapan kendaraan Rantis SAR dan dua anjing pelacak K9 ke lokasi.

Sebelum berangkat, team mendapat arahan khusus dari Direktur Sabhara Kombes Pol Drs Zulkifli yang memberikan AAP kepada Team BARA (Bintara Remaja) Siaga Bencana Dit Samapta Polda Riau yang diterjunkan ke lokasi bencana longsor di Rohul.

Setibanya di lokasi, team langsung bekerja dan menemukan fakta yang cukup mengejutkan di lokasi longsor yang berada di areal perbukitan di Desa Koto Ruang Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu.

Ipda Khairi selaku komandan Team BARA (Bintara Remaja) Siaga Bencana Dit Samapta Polda Riau yang ikut terjun ke lokasi musibah tanah longsor mengatakan, teamnya menemukan fakta yang sangat mengejutkan saat berada di lokasi kejadian.

Dimana, mereka menemukan satu unit rumah dan perabotan rumah korban longsor yang terseret sejauh 150 meter dari lokasi awal kejadian.

"Kami menemukan rumah dan perabotan rumah korban terseret sejauh 150 meter dari lokasi awal," kata Ipda Khairi kepada awak media disela sela kesibukan Team BARA (Bintara Remaja) Siaga Bencana Dit Samapta Polda Riau di lokasi longsor, Kamis (5/12/2019).

Ipda Khairi juga menyebutkan bahwa lokasi kejadian cukup berat medannya. Karena untuk menuju lokasi, team sempat kewalahan hingga menuju kebawah perbukitan tempat rumah dan kedua korban yang terseret dan tertimbun tanah longsor.

Diterangkan Ipda Khairi, sebelum peristiwa tanah longsor tersebut menimpa kedua korban bernama Elipati Zebua dan anaknya Tabezhisoki Zebua, warga Desa Teluk Aur Kecamatan Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu pada Senin (02/12/2019) pagi.

Keduanya berangkat menuju kebunnya yang berada di Desa Rokan Koto Ruang Kecamatan Rokan IV Koto Rohul, dimana Tabezhisoki Zebua bersama Elipati Zebua dan Feri Zebua serta Febrian Zebua ikut secara bersaamaan saat itu.

Tepat sekira pukul 09.00 Wib, Tabezhisoki menelepon istrinya yang berada di rumah Desa Teluk Aur Kecamatan Rambah Samo, untuk mengabarkan bahwa mereka sudah sampai di rumah ladang.

Menjelang sore lanjut Ipda Khairi, Feri Zebua dan Febrian Zebua pulang terlebih dahulu menuju Desa Teluk Aur Kecamatan Rambah Samo dengan membawa hasil jeratan seekor babi hutan.

Sementara korban Elipati Zebua dan Tabezhisoki Zebua, masih tinggal di rumah kebun mereka, untuk bermalam dan beristirahat menunggu hari pagi untuk bekerja kebun seperti biasanya.

Kemudian lanjut Ipda Khairi, tepat pada Selasa (3/12/2019) pagi isteri korban dari Tabezhisoki mencoba menelepon suaminya, akan tetapi suaminya itu tidak menjawab panggilan ponselnya, meski dalam keadaan aktif. "Telponnya masuk tapi, tidak diangkat," ujar Ipda Khairi menceritakan kisan istri korban.

Lantas pada Rabu 04 Desember 2019, istri korban mencoba menghubungi kembali, akan tetapi ponsel yang dihubungi tidak masuk sama sekali dan istri korban mulai cemas serta gelisah sembari memberitahukan permasalahan tersebut kepada kelurga korban.

Tak lama kemudian, saudara korban bernama Febrian langsung menuju kebun yang berada di Desa Rokan Koto Ruang Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu, lokasi tanah longsor tersebut.

Setibanya di lokasi, saudara korban langsung kaget dan bercampur khawatir saat itu, karena rumah mereka yang ada di kebun tersebut sudah rata dengan tanah.

"Kami perkirakan rumah korban yang terletak di bawah lembah dengan kedalaman sekitar 150 meter sudah terseret oleh tanah longsoran tanah, air bah dan juga kayu kayu yang ikut dihanyutkan sejauh sekitar seratus lima puluh meter Dari lokasi semula," ungkap Ipda Khairi.

Dia juga menyebutkan ketika berada di lokasi kejadian, Team BARA (Bintara Remaja) Siaga Bencana Dit Samapta Polda Riau, menemukan perangkat rumah seperti piring dan perabotan yang sudah terseret dan berantakan di lokasi kejadian dan Team segera mengerahkan dua ekor anjing pelacak untuk mencari kedua korban.

"Hingga kini Team K9 (Anjing Pelacak) dan Team Team BARA (Bintara Remaja) Siaga Bencana Dit Samapta Polda Riau, masih berada di lokasi untuk mencoba mencari keberadaan dua korban yang masih hilang," pungkas Ipda Khairi.***


Penulis      : Ndanres Area
Reporter   : Cardova 

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.