Home / Peristiwa / Sekap Dua Pasutri dan Anak-anak, Aksi Dramatis Polisi dan Warga Hentikan Kawanan Pencuri Burung Walet Tanah Putih

Dua Pelaku Lolos, Lima Masuk Sel

Sekap Dua Pasutri dan Anak-anak, Aksi Dramatis Polisi dan Warga Hentikan Kawanan Pencuri Burung Walet Tanah Putih

Sekap Dua Pasutri dan Anak-anak, Aksi Dramatis Polisi dan Warga Hentikan Kawanan Pencuri Burung Walet Tanah Putih
Humas Polda Riau For oketimes.com
Kelima pelaku pencurian dengan kekerasan (curat) kawanan pencurian sarang burung walet dan barang bukti saat diamankan di Mapolsek Tanah Putih Tanjung Melawan Kabupaten Rokan Hilir, Riau, Senin 2 Desember 2019.

Bagansiapiapi, Oketimes.com - Bermodalkan senjata air softgan, tujuh pelaku pencurian sarang burung walet, nekat menyekab dua pasangan suami istri beserta anak-anak dibawah umur, Senin 2 Desember 2019 di Jalan Lintas Bagansiapiapi, Kepenghuluan Melayu Besar Tanah Putih Tanjung Melawan Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun kedua pasutri beserta anak-anak dibawah umur korban pelaku pencurian tersebut, sempat mengalami trauma, lantaran mendapat penekanan dari kawanan pelaku pencurian yang sempat menyekab para korban hingga pagi hari.

Aksi penyekapan itupun, akhirnya berakhir dengan dramatis. Kala salah satu pasutri korban, yang berupaya mencoba untuk bernegosiasi dengan ketujuh pelaku, mencoba meminta izin untuk mengantarkan anak korban yang hendak bersekolah di daerah tersebut.

Negosasi saat itu sempat ditolak para pelaku pencuri burung walet, namun lantaran alasan sang pasutri sangat kuat untuk meyakinkan para pelaku dengan menyatakan anak korban ingin mengkuti ujian dan tidak bisa tidak hadir untuk mengikuti ujian.

Alasan yang disampaikan pasutri itu, ternyata menjadi perhatian dari para pelaku pencuri tersebut dan tak lama kemudian kawanan pencuri itu menyetujui negosasi, dengan memperbolehkan sang orang tua untuk mengantarkan anaknya ke sekolah.

Merasa lolos dari korban penyekapan pelaku tersebut, pasutri dan anaknya itupun berupaya memberitahukan kepada warga sekitar dan melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polsek Tanah Putih Tanjung Melawan wilayah Polres Rokan Hilir, Riau.

Tidak lama kemudian, warga setempat usai mendapat kabar dari pengakuan korban, bersama aparat Polsek Tanah Putih, langsung berbondong-bondong ke rumah tempat tinggal korban penyekapan dengan terlebih duhulu menyusun strategi bersama 200 orang warga setempat untuk mengepung para pelaku.

Alhasil, setelah petugas dan warga berhasil mengecoh para pelaku, akhirnya warga bersama aparat Polsek Tanah Putih berhasil menangkap lima dari tujuh pelaku yang berhasil diamankan meski sempat terjadi tembak-menembak dengan petugas.

Dalam beberapa menit pengepungan, lima para pelaku berinisial SY (44) Warga Bangko Pusako, sementara DT (35), SL (35), KH (25) dan TP (35) yang merupakan warga Pasir Limau Kapas Rohkan Hilir, berhasil dilumpuhkan.

Sementara dua orang lainnya berinisial HR dan BI masih dalam pengejaran petugas alias buron.

"Ya benar, kelima dari tujuh pelaku pencurian dengan kekerasan berikut barang bukti seperti air softgan, gembok rumah dan tiga buah Linggis sempat diamankan di Mapolsek Tanah Putih, guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut," kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto pada oketimes.com dalam keterangan tertulisnya, Rabu 4 Desember 2019 sore.

Diterangkan Narto, para pelaku saat ini sudah ditangani oleh Satreskrim Polres Rohil, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Ia juga menyebutkan bahwa kejadian ini bermula pada saat penjaga sarang walet merupakan dua pasangan suami istri berinsial BS dan NG beserta keluarganya, pada senin (2/12/2019) pukul 01.30 WIB dini hari.

Kedatangan para kawanan tersebut diketahui BS, setelah mendengar suara keributan sembilan ekor anjing peliharaannya.

Lantas, BS berusaha mengintip apa yang sedang terjadi di luar dan melihat ada orang yang memanjat pagar dan segera memberitahukan isterinya bahwa ada kawanan yang memaksa masuk ke dalam lokasi walet yang mereka jaga.

Kemudian BS membuka pintu rumah yang ditempatinya itu dan berbicara dengan orang-orang yang dalam penglihatannya membawa senjata api laras pendek.

"Sedikitpun saya tak ingin melawan, yang penting anak dan isteri saya tidak diganggu mereka," ujar Narto menirukan pernyataan korban BS kepada petugas setempat.

Tak lama kemudian lanjut Sunarto, kawanan ini kemudian bergerak ke rumah belakang yang di tempati oleh NG beserta anak dan isetrinya. NG juga mengambil posisi sama dengan tidak melawan, asal tidak diganggu anak dan isterinya.

Menjelang pagi, BS meminta ijin kepada kawanan pencuri ini untuk mengantar anak perempuannya pergi ke sekolah, karena saat ini adalah masa ujian anak SD.

Semula kawanan perampok ini lanjut Sunarto, tidak memberi ijin, namun dia memohon, agar anaknya jangan diganggu, karena anaknya harus mengikuti ujian.

Setelah beberapa kali bernegosiasi, akhirnya BS diijinkan untuk pergi mengantar anaknya ke sekolah. Kesempatan itulah yang digunakan BS. Selain untuk mengantar anaknya sekolah, dia langsung menghubungi siapa saja di jalanan, agar mengepung pelaku yang masih menjarah sarang walet.

"Akhirnya massa yang berjumlah sekitar 200 orang lebih bersama beberapa personil Polri, sekitar berkumpul dan mengepung lokasi. Beberapa aparat yang memiliki senpi terlibat baku tembak dengan pelaku yang terakhir diketahui menggunakan senjata Air Soft Gun," pungkas Narto.***


Penulis   : Ndanres Area
Editor     : Van Hallen

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.