Home / Peristiwa / Gubri Sentil Cagar Budaya Pekanbaru Jadi Besi Tua

Gubri Sentil Cagar Budaya Pekanbaru Jadi Besi Tua

Gubri Sentil Cagar Budaya Pekanbaru Jadi Besi Tua
Ist
Tugu Lokomotif di Jalan Khairuddin Nasution salah satu Cagar Budaya Kota Pekanbaru yang terabaikan.

Pekanbaru, Oketimes.com - Cagar budaya memiliki nilai sejarah, termasuk provinsi Riau daerah yang kaya akan cagar budaya. Jika dikemas dengan baik, bisa dijual mendatangkan sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

Sayangnya, cagar budaya yang memiliki arti itu justru terkesan diabaikan. Salah satunya, cagar budaya lokomotif yang ada di Jalan Kaharudin Nasution Pekanbaru misalnya.

Cagar budaya tersebut seharusnya mampu menjadi magnet orang berkunjung, menceritakan bagaimana sejarahnya bisa ada di Kota Pekanbaru, justru sebaliknya hanya seperti besi tua saja.

"Riau kaya akan budaya dan cagar budaya, di Pekanbaru sendiri, punya cagar budaya yang memiliki nilai sejarah seperti lokomotif. Tapi kenyataanya, lokomotif yang terletak di Jalan Kaharuddin Nasution seperti besi tua saja," tukas Gubernur Riau H Syamsuar, usai membuka acara Ruang Kita Festival 2019, Purna MTQ Pekanbaru, senin (22/12/19).

Menurut Gubri, tidak adanya kemasan sesuatu yang inovatif dan kreatif, membuat lokomotif tak bermakna apa-apa. Minimnya keingintahuan orang soal lokomotif yang sudah ada pada masa zaman penjajahan itu, diharapkan dapat dibenahi.

"Lokomotif itu kedepan, harus mampu menjadi ikon sejarah kota bertuah yang belakangan menjelma menjadi kota madani. Jika cagar budaya bersejarah ini mampu menjadi ikon, maka diyakini akan memiliki nilai tambah," ulas Syamsuar.

Tidak hanya di Pekanbaru, daerah lainnya di Riau juga memiliki jejak lokomotif beserta bentangan relnya. Sayangnya, karena ketidakpedulian oleh pemerintah terkait, lagi-lagi seakan sejarah tak berjejak.

"Di Kuansing sendiri, juga dulu ada real kereta api, tapi sekarang entah di mana relnya, yang harusnya bisa menjadi destinasi sejarah," ungkap Gubri.

Orang nomor satu di Riau ini juga mengatakan, bahwa destinasi bersejarah lainnya yang harusnya bisa diangkat seperti benteng tujuh lapis di Rokan Hulu.

Potensi destinasi yang  bisa dikembangkan dalam usaha meningkatkan pariwisata berbasis budaya, harus mendapatkan perhatian disamping meningkatkan berbagai potensi yang sudah ada.

Kemudian penggalakan kebudayaan tradisional juga harus ditumbuh kembangkan. Sebagian orang mungkin hanya kegiatan biasa. Tapi justru hal seperti itu yang ingin dilihat orang. "Orang ingin melihat keaslian.

"Setiap daerah tentu memiliki nilai budaya masing-masing. Setiap daerah di Riau, mulai Tembilahan, Rohil dan daerah lainya memiliki cagar dan budaya. Cuma sayangnya tak dikemas," ujar mantan Bupati Siak tersebut.

Lebih lanjut, Gubri mendorong setiap kabupaten kota membuat tim cagar budaya. Hal itu dianggap penting untuk menginventatisir cagar-cagar budaya yang nantinya bisa dipajangkan untuk Riau.

"Sebenarnya pembentukan cagar budaya ini gampang kerjanya, dengan merekrut pakar-pakar budaya di daerah, kalau tidak ada, bisa kita ambil dari sini (provinsi)," pungkas Syamsuar.***


Reporter   : Richarde
Editor        : Cardova

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.