Home / Pemerintahan / Audited 2018, Nilai Total Aset Pemprov Riau Capai Rp 37 Triliun

Audited 2018, Nilai Total Aset Pemprov Riau Capai Rp 37 Triliun

Audited 2018, Nilai Total Aset Pemprov Riau Capai Rp 37 Triliun
Dok
ILustrasi

Pekanbaru, Oketimes.com - Terhitung hingga akhir tahun 2018, jumlah nilai total aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, secara tetap berdasarkan audited tahun 2018, kini tengah mencapai Rp 37 Triliun yang sudah terdata dan tercatat dalam Kartu Inventaris Barang (KIB) Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Riau.

"Aset tersebut berupa barang tetap dan tidak tetap, yang tersebar di provinsi Riau dan luar provinsi riau," kata M Arifin Kabid Pengelolaan Barang Daerah BPKAD Riau kepada oketimes.com pada Selasa 1 Oktober 2019 saat di temui di ruang kerjanya.

Arifin memaparkan adapun jumlah aset tetap milik pemprov riau itu, tercatat sebanyak 3.661.526 unit barang, dengan nilai total Rp.39.722.674. 065.293, 90,- dengan rincian berupa aset tanah sebanyak 951 unit barang kepemilikan lahan pemprov dengan nilai jumlah aset Rp.13.627.093.957.575, 50,-.

Sedangkan aset berupa Peralatan dan Mesin tercatat dalam KIB, sebanyak 487.854 unit barang, dengan nilai jumlah total aset Rp.2.813.240. 249.245, 95,-.

Kemudian lanjut Arifin, aset tetap berupa Gedung dan Bangunan yang tercatat saat ini di KIB sebanyak 7.368 unit barang, dengan jumlah nilai total aset sebesar Rp.6.733.783.408.227,65,-.

Begitu juga dengan aset tetap berupa Jalan, Jaringan dan Irigasi yang tercatat dalam KIB, ada sebanyak 3.479 unit barang tersebar di Kabupaten Kota Provinsi Riau, dengan jumlah nilai aset tersebut mencapai Rp.13.430.573.750.819, 70,-.

Tak sampai disitu, mantan Kabag Umum dan Tata Usaha Sekwan DPRD Riau itu, juga mengatakan bahwa hingga kini jumlah aset tetap lainnya, berupa bahan perpustakaan, barang bercorak, kesenian, kebudayaan, olah raga, hewan, ikan, tanaman, barang, koleksi non budaya dan serta aset tetap dalam renovasi tercatat sebanyak 3.158.648 unit barang tersebar di dalam provinsi riau dan luar provinsi dengan jumlah nilai aset mencapai Rp.1.849.422.637.868,37,-.

Terakhir aset tetap berupa kontruksi dalam pengerjaan ada sebanyak 3.226 unit barang dengan nilai total aset sebesar Rp.1.268.560.061.556, 72,-.

"Keseluruhan aset tersebut tersebar di dalam provinsi dan luar provinsi riau. Tapi sebagain besar jumlah aset tersebut berada di provinsi Riau," ungkap M Arifin.

Selain itu, M Arifin juga memaparkan bahwa hingga kini terdapat jumlah aset dalam akumulasi Penyusutan yang tercatat sebanyak 88.057 unit barang, dengan nilai total aset mencapai Rp.124.939.386.626,70,-.

Kemudian akumulasi penyusutan Gedung dan Bangunan ada sebanyak 639 unit barang, dengan jumlah nilai aset Rp.259.536.716.309,89,-. Selanjutnya, akumulasi penyusutan Jalan, Jaringan dan Irigasi tercatat sebanyak 444 unit barang, dengan jumlah nilai aset Rp.32.075.823.956,38,-.

Terakhir, untuk akumulasi penyusutan aset tetap lainnya, tercatat ada sebanyak 2.147 unit barang, dengan rincian nilai aset sebanyak Rp.113.092.292.027,03,-.

M Arifin menjelaskannya, pendataan aset yang dilakukan pihaknya, merupakan kewajiban pemerintah, dalam rangka penataan aset dan pengelolaan barang miik daerah.

Dimana dalam aturan Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah, disebutkan bahwa tugas dan kewenangan kepala OPD selaku pengguna barang diwajibkan menjaga, menata dan memilihara serta mencatat dalam Kartu Inventari Barang (KIB).

"Jadi setiap OPD, wajib melakukan pendataan, menjaga dan memilihara aset tersebut dan tercatat dalam KIB. Jika hal tersebut tidak dilakukan, maka sangat rawan terjadi penyalagunaan aset yang berimbas kepada OPD yang bersangkutan," pungkas M Arifin.***


Penulis     : Richarde
Editor      : Cardova       

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.