Home / Hukrim / Terdakwa Pencabulan Anak Dibawah Umur di Bebaskan Hakim

Terdakwa Pencabulan Anak Dibawah Umur di Bebaskan Hakim

Terdakwa Pencabulan Anak Dibawah Umur di Bebaskan Hakim
Yasor
Vonis bebas dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pasir Pengaraian kepada terdakwa pencabulan anak dibawah umur berinisial RH lias Riki (25) kepada korbannya NA yang terjadi pada tahun silam di Tambusai Utara, kini bernapas lega.

Pasir Pengaraian, oketimes.com - Vonis bebas dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pasir Pengaraian kepada terdakwa pencabulan anak dibawah umur berinisial RH lias Riki (25) kepada korbannya NA yang terjadi pada tahun silam di Tambusai Utara, kini bernapas lega.

Majelis hakim yang diketuai Sunoto SH MH hanya menjatuhkan hukuman 2 tahun masa percobaan kepada Riki Hermawan alias Riki Bin Eman (25). Sebelumnya, terdakwa dituntut 5,6 tahun penjara, subsider Rp.200.000.000 juta atau dua bulan penjara.

"Oleh karena terdakwa dihukum masa percobaan atau pidana bersyarat, maka terdakwa tidak perlu menjalani hukuman pidana tersebut, kecuali selama menjalani pidana percobaan ada putusan hakim yang menentukan lain bahwa terpidana melakukan tindak pidana sebelum berakhirnya masa percobaan," kata Sunoto SH MH pada awak media Kamis (8/8/2019) di PN Pasir Pengaraian.

Dalam amar putusannya, Majelis Hakim menjelaskan terdakwa bersalah melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur. Majelis hakim menyebutkan, salah satu pertimbangan pemberian hukuman percobaan, karena adanya perdamaian yang dilakukan antara terdakwa dengan pihak korban.

"Terdakwa dengan saksi korban telah terjadi perdamaian. Dengan begitu, terdakwa mengakui perbuatannya, karena terdakwa dijatuhi hukuman percobaan, maka terdakwa RH alias Riki, diperintahkan untuk segera dibebaskan dari tahanan. Sebab, berdasarkan fakta yang terungkap dipersidangan, saksi korban atas nama NA telah sepakat berdamai dengan terdakwa RH," ungkap Sunoto SH MH.

Selanjutnya, Ketua PN Pasir Pengaraian dalam perdamaian yang dimaksud, terdakwa RH alias Riki Eman, melangsungkan acara pernikahan bersama saksi korban NA beberapa waktu lalu bertempat di Lapas kelas II B Pasir Pangaraian.

"Perdamaian dimaksud, terdakwa RH alias Riki, telah melangsungkan acara pernikahan bersama korban NA beberapa waktu lalu di Lapas Kelas II B Pasir Pangaraian. Korban dan terdakwa sudah menikah dan membentuk rumah tangga yang baru, sehingga tidak ada lagi tuntutan dari korban kepada terdakwa, ini kita jadikan sebagai dasar pertimbangan untuk memutus perkara ini," tutup Sunoto SH MH.

Kuasa Hukum RH alias Riki, Efesus Dewan Marlan Sinaga SH dan Ramses Hutagaol SH MH, mengatakan putusan majelis hakim tersebut telah mencerminkan rasa keadilan atas norma hukum yang ada ditengah- tengah persidangan.

"ini sudah cukup adil, faktanya antara mereka sudah terikat perkawinan. Mereka telah menjalin ikatan suami istri, maka secara logika korban tidak akan lagi menuntut pertanggungjawaban secara hukum kepada terdakwa," pungkasnya.***


Reporter : Yasor
Editor     : Cardova  

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.