Home / Parlemen / Legislator Desak Pemerintah Usut Lahan Ilegal 1 Juta Hektar di Riau

Soal Lahan Temuan BPK RI

Legislator Desak Pemerintah Usut Lahan Ilegal 1 Juta Hektar di Riau

Legislator Desak Pemerintah Usut Lahan Ilegal 1 Juta Hektar di Riau
Ist
ILustrasi Pembukaan lahan kebun sawit ilegal di Riau.

Pekanbaru, Oketimes.com - Mantan Ketua Pansus (Panitia Khusus) Monitoring dan Evaluasi Perizinan Lahan DPRD Riau, Suhardiman Amby kembali mendesak pihak pemerintah lakukan 'tindakan' atas temuan KPK terhadap kebun ilegal seluas 1 juta hektar di Riau. Ada dua upaya yang bisa diambil oleh negara, apakah dikembalikan jadi hutan lindung atau dikeluarkan izin untuk pemasukan negara.

"Ada dua pilihan tindakan atas temuan KPK tersebut. Pertama, jika ingin ada pemasukan untuk negara melalui PPn, PBB, PPh, PNDP, yah harus dilegalkan urus izinnya. Tapi kalau alasan paru-paru dunia dan melindungi gajah, harimau dan sebagainya, hal ini harus di eksekusi dikembalikan pada fungsinya jadi hutan lindung," kata Suhardiman Amby anggota legislator Riau pada awak media Jumat 21 Juni 2019 di Pekanbaru.

Politisi Hanura Dapil Inhu-Kuansing ini juga memaparkan temuan KPK ini sebelumnya sudah pernah disampaikan mantan Pansus Monitoring dan Evaluasi Perizinan Lahan DPRD Riau. Bahkan lahannya lebih luas dari apa yang ditemukan KPK dan telah pula dilakukan ekspos pada Presiden dan Kementerian. Memang apa yang terjadi betul-betul dilakukan oleh para-para oknum perambah hutan lindung.

Menurutnya, DPRD Riau dalam waktu juga akan buat Panitia Kerja (Panja) terkait masalah ini dan segera akan turun kembali ke lapangan untuk melihat secara langsung. Karena dari hasil data yang dimiliki ada 1,4 juta hektar lahan kebun yang ilegal saat ini tersebar di Riau.

"Tapi KPK hanya menemukan 1 juta hektar, kita tidak tahu dimana selisihnya. Apakah KPK melihat yang besar-besar saja atau bagaimananya," tandas Sekretaris Komisi III DPRD Riau sembari bertanya.***


Reporter : Richarde
Editor     : Cardoffa 

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.