Home / Pendidikan / Himbauan Dinas Pendidikan dan Permendiknas Diacuhkan, SDN 78 Pekanbaru Jebak Siswa Beli LKS

Himbauan Dinas Pendidikan dan Permendiknas Diacuhkan, SDN 78 Pekanbaru Jebak Siswa Beli LKS

Himbauan Dinas Pendidikan dan Permendiknas Diacuhkan, SDN 78 Pekanbaru Jebak Siswa Beli LKS
Dodi S
Sekolah Dasar Negeri (SDN) 78 Pekanbaru.

Pekanbaru, Oketimes.com - Kendati Dinas Pendidikan Kota dan Permendinas sudah melarang praktek adanya penjualan buku LKS di Sekolah Negeri baik ditingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), namun masih saja ada sekolah yang tidak mengindahkan peraturan itu.

Praktek adanya jual buku LKS ke sejumlah Siswa-siswi kelas I hingga kelas enam itu, masih saja terjadi di sejumlah sekolah SD, SMP dan SMA di Pekanbaru. Salah satunya seperti di SDN 78 Pekanbaru, tentang adanya praktek jual beli buku LKS yang dijajakan kepada sejumlah siswa-siswa tersebut.

Praktek jual beli buku LKS tersebut terkesan dipaksakan oleh pihak sekolah kepada para siswa-siswa sekolah, dengan alasan agar para siswa bisa mengerjakan PR atau kegiatan pendukung ekstrakuler untuk murid-mirid di sekolah.

Padahal bilamana merujuk pada peraturan Menteri Pendidikan No 44 tahun 2012, penjualan LKS merupakan salah satu dari 13 item pungli di sekolah yang tidak di benarkan alias di larang.

Hal ini seperti diutarakan beberapa orang tua murid yang siswa siswinya bersekolah di SDN 78 Pekanbaru, tentang adanya praktek jual beli buku LKS di sekolah yang terkesan dipaksakan, karna langsung dibagikan keseluruh siswa dan dengan harga eceran tinggi Rp 17.000 ribu per satu LKS. Sedangkan LKS yang akan dibelikan siswa tersebut mencapai tiap bidang mata pelajaran umum di sekolah.

"Kalau hanya satu buku LKS yang dibeli tak jadi masalah pak, ini hampir setiap bidang mata pelajaran siswa harus dipaksakan beli buku LKS. Alasan guru, jika tidak dibeli para murid, tidak bisa belajar dengan baik," ungkap salah satu wali murid pada awak media ini ketika disambangi di sekolah tersebut belum lama ini.

Orang tua murid tersebut pun tidak habis pikir, kenapa pihak sekolah terkesan memaksakan para siswa untuk membeli buku LKS? Padahal pemerintah sudah ada mengalokasikan sekitar 20 persen anggaran untuk membantu operasional sekolah seperti di juknis Daba BOS di setiap sekolah.

Terkait informasi tersebut, awak media ini pun mengkonfirmasikan prihal penjualan buku LKS tersebut kepada Kepsek SDN 78 Pekanbaru Hj Rosneli MM di ruang kerja nya. Rosneli pun tidak membantah bahwa pihaknya mengetahui adanya praktek jual beli buku LKS tersebut.

Dia pun berdalih bahwa pembelian buku LKS tidak ada paksaan dilakukan kepada siswa dan menurutnya kegiatan tersebut sudah permintaan oleh orang tua murid.

Rosneli pun berujar penjualan buku LKS dengan harga Rp17.000 bukan hanya di sekolahnya saja, melainkan seluruh sekolah yang ada di Tenayan Raya sesuai dengan keputusan bersama K3S Tenayan Raya.

Pernyataan Kepsek SDN 78 Pekanbaru tersebut bertolak belakang dengan pernyataan beberapa orang tua murid yang tidak mau di publikasikan identitas nya, bahwasan nya buku LKS tersebut langsung dibagikan kepada seluruh murid di sekolah dengan otomatis orang tua murid harus membayarkan uang LKS tersebut.

"Berarti ini pemaksaan," ungkap salah satu orang tua murid tersebut sambil meminta pihak Dinas Pendidikan kota Pekanbaru untuk mencopot oknum -oknum kepala sekolah yang nakal itu.***


Penulis   : Dodi S   / Editor : Cardoffa 

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.