Home / Puspen TNI / Upacara Bendera Bentuk Patriotisme Terhadap Negara

Upacara Bendera Bentuk Patriotisme Terhadap Negara

Upacara Bendera Bentuk Patriotisme Terhadap Negara
Puspen TNI for oketimes.com
Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Mayjen TNI Joni Supriyanto pada Upacara Bendera mingguan yang diikuti oleh ratusan prajurit dan PNS Mabes TNI, bertempat di Lapangan Apel Gedung B-3 Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (11/2/2019).

Cilangkap, Oketimes.com - Upacara bendera adalah bentuk penghargaan dan patriotisme terhadap negara dan bangsa Indonesia serta para pendahulu yang telah berjuang mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari para penjajah, bukanlah ritual dan seremonial belaka.

Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Mayjen TNI Joni Supriyanto pada Upacara Bendera mingguan yang diikuti oleh ratusan prajurit dan PNS Mabes TNI, bertempat di Lapangan Apel Gedung B-3 Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (11/2/2019).  

Menurut Mayjen TNI Joni Supriyanto, kalau tidak ada negara dan bendera, bangsa Indonesia tidak merdeka. "Setelah merdeka, tugas kita menghargai perjuangan para pendahulu dan menaikkan bendera itu bukanlah seremonial tetapi merupakan penghargaan," ungkapnya.

Disisi lain, Kasum TNI Mayjen TNI Joni Supriyanto mengatakan bahwa beberapa tahun ini, penilaian publik terhadap kinerja TNI telah menempatkan menjadi institusi yang paling dipercaya.

"Tugas kita untuk mempertahankan agar penilaian publik terhadap TNI tetap di percaya dan masing-masing diri kita agar bekerja secara maksimal," tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Mayjen TNI Joni Supriyanto memperkenalkan diri kepada seluruh anggota setelah menjabat sebagai Kasum TNI menggantikan Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan M.P.A, M.B.A, setelah serah terima jabatan Kasum TNI telah dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 7 Februari 2019, yang dipimpin oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P.***

 

Autentikasi : Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Sus Taibur Rahman

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.