Lewat Niat dan keteguhan Hati

Silvia Nisa, Raih Juara I Dongeng Anak di HAN 2017 Bengkalis

Bupati Bengkalis Amril Mukmunin saat menyerahkan piagam penghargaan kepada Silvia Nisa Ananda Zulpan, siswi SDN 05 Kecamatan Bengkalis atas perolehan juara satu dongeng anak saat memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2017 Kabupaten Bengkalis di Taman Tugu, Kamis (24/8/2017).

Oketimes.com - Bengkalis : Silvia Nisa Ananda Zulpan, siswi SDN 05 Kecamatan Bengkalis yang duduk dibangku kelas V (lima) ini, berhasil menjadi juara umum lomba bercerita anak di tingkat siswa Sekolah Dasar (SD) tajaan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bengkalis, bersempena dengan Hari Anak Nasional (HAN) 2017 di Kabupaten Bengkalis, Riau, Kamis 24 Agustus 2017 pagi.

Prestasi yang diraih tersebut, pertama kalinya perwakilan SDN 05 Bengkalis ini berhasil menoreh prestasi gemilang sebagai juara pertama dalam lomba bercerita anak atau dongeng di tingkat siswa SD yang diadakan Dinas PPPA Bengkalis ini. Meski sebelumnya Silvia pernah menang ditingkat pelajar SDN 05 se-kecamatan Bengkalis, namun kali ini bernama lengkap Silvia Nisa Ananda Zulpan ini, kembali membuktikan bakatnya di tingkat Kabupaten Bengkalis saat memperingati HAN 2017.

Dengan membawakan cerita daerah berjudul Kambing yang sombong dan gajah yang baik hati yang dia bacakan, mengungguli 34 peserta lainnya yang sukses meraih lomba tersebut.

Silvia bocah 10 tahun yang berbdan gempal ini saat disambangi usai menerima piagam penghargaan yang langsung diserahkan Bupati Bengkalis Amril Mukmunin Kamis (24/8/2017) pagi, mengaku sangat senang dan tidak menyangka dirinya mampu menjadi pemenang. Apalagi kali ini dia harus mewakili SND 05 Bengkalis di ajang yang lebih besar. "Senang dan bangga sekali bisa bertemu Bupati Bengkalis," ucapnya riang.

Nisa nama sapaan akrabnya, merupakan anak pertama dari tiga bersaudara yang tinggal di jalan Gatot Subroto Kampung Tengah Bengkalis yang duduk dibangku kelas V SDN 05 Bengkalis.

Ia menyebutkan sejak duduk dari kelas satu hingga kelas lima SD, dirinya selalu menjadi jaura kelas dianatara puluhan siswa/siswi di kelasnya. "Alhamdulillah juara 1 di kelas terus," katanya.

Ia juga menuturkan selain prestasi yang sudah dirainya, Nisa juga sudah pernah merai juara satu dalam lomba Putri Pesona pada tahun 2015 yang digelar di Hotel Grand Zuri Dumai, Juara 2 lomba melukis yang diselenggarakan oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang tahun 2016, Juara 2 di acara FLS2N, juara 2 lomba pidato Sekolah MDA AL Kausar Bengkalis, juara 1 Fashion Show Busana Muslim tahunn 2015 di Bengkalis, juara harapan 1 MTQ golongan Tartil Putri tahun 2017.

"Awalnya hanya iseng saat tunjuk tangan pengen ikut lomba, eh malah menang juara satu," tukasnya.

Sejak itulah, anak dari pasangan dari Zulpan dan Elfitri anak pertama dari tiga bersaudara tinggal di jalan Gatot Subroto Kampung Tengah Bengkalis ini terus mewakili SDN 05 untuk berkompetisi dan ikut perlombaan yang ditaja oleh instasi terkait. "Sejak menang jadi suka ikut lomba-lomba, kayaknya seru dan asik," simpulnya.

Nisa juga menyebutkan prestasi yang sudah diraih tidak terlepas atas peran sang ayah dan ibu yang sangat berperan atas prestasinya selama ini. Apalagi ibunya sendiri terus melatih nisa sehari-hari di rumah. "Jika lomba pidato dan gambar lebih mudah, tinggal menghafal teks, kalau untuk bercerita harus latihan blocking kurang lebih sebulan latihan," jelasnya.

Sang ayah, Zulpan (40 tahun) mengaku bangga dan terharu dengan keberhasilan anaknya. "Tidak terbayangkan anak saya bisa juara satu di tingkat Hari Anak Nasional," ucapnya.

Sebagai orang tua, dia berjanji akan terus mendukung bakat dan prestasi sang anak. Bahkan agar bakat seni dan akademik tetap berimbang, Zulpan
selalu mengikutkan  Nisa dalam les tambahan. "Selain bakat seni nilai akademiknya Alhamdulillah tetap bagus, dia suka sekali belajar," tandasnya.

Sementara itu, Guru pembimbing di sekolah mendongeng Nisa, ibuk Sulastri Setia mengatakan persiapan menghadapi perlombaan di tingkat Hari Anak Nasional sudah cukup lama dilakukan. "Orang tuanya yang banyak dukung dari awal, saya hanya sekitar tiga minggu untuk memantapkan," ucap.

Menurutnya, proses perlombaan memang cukup ketat, dimana Nisa harus bersaing dengan peserta lainnya yang tak kalah bagusnya. Dari 34 peserta diseleksi menjadi 12 finalis yang kemudian barulah diambil tiga besar terbaik. Dia menilai, faktor kemenangan Nisa karena ia sangat menguasai bahan dan mampu bercerita dengan teknik yang baik.

"Ada keunikan tersendiri, secara fisik begitu muncul dengan postur tubuhnya yang gempal, menjadi lucu, justru dari kelemahan itulah menjadi kelebihan," pungkasnya. (ptr/der)


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait