Jelang Ramadan 1438 Hijriah, Pemko Bukittinggi Gelar Diskusi Bersama Insan Pers
Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1438 Hijriyah, Wakil Walikota Bukittinggi menggelar diskusi bersama insan pers dengan wartawan se Bukittinggi di Kantor Walikota Bukittinggi, Selasa (23/5/2017).
Bukittinggi, Oketimes.com - Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1438 Hijriyah, Wakil Walikota Bukittinggi menggelar diskusi bersama insan pers dengan wartawan se Bukittinggi di Kantor Walikota Bukittinggi, Selasa (23/5/2017).
Saat diskusi, Irwandi selaku Wakil Walikota Bukittinggi menyampaikan, sosial masyarakat Bukittinggi sedang gencar-gencarnya diperbaiki, dari kasus remaja yang mengkonsumsi lem (dengan cara dihirup), orang-orang dengan gangguan mental yang meresahkan, serta kasus-kasus susila yang marak terjadi.
"Tim bahkan sampai masuk ke gorong-gorong, untuk menangkap anak-anak lem yang berkeriaran di Bukittinggi," ungkapnya.
Ia menerangkan, bahwa lepas tangannya orang tua dan hukum yang berlaku membuat para pelaku tidak jera, hukum maksimal yang bisa diberi hanya di denda atau dibina. Bahkan banyak yang sudah tertangkap berkali-kali.
Untuk menekan angka pelanggaran sosial di Bukittinggi, pemerintah kota berkoordinasi dengan RT dan RW untuk benar-benar mengawasi setiap lingkungannya terutama rumah-rumah kontrakan dan kost-kostan dengan tujuan meminimalisir serta menangani kasus-kasus pelanggaran sosial di Bukittingi.
"Usaha seperti ini akan terus kita upayakan bersama tim dari Satuan Polisi Pamong Praja kota Bukittinggi, Lurah, RT dan RW karena ini adalah bentuk kepedulian bersama," tambahnya.
Irwandi juga mengungkapkan, angka kemiskinan di kota Bukittinggi hingga saat ini sudah terdata sebanyak 4,65 persen, dari angka itu hanya 43 persen yang terdata sebagai warga bukittinggi asli, sisanya 57 persen adalah warga pendatang dari luar Bukittinggi. Ini membuktikan bahwa penyumbang angka memiskinan terbesar kota Bukittinggi adalah pendatang.
Untuk kedepannya Pemko akan menghimpun rekan-rekan media, kelurahan, RT dan RW serta para tokoh masyarakat kota Bukittinggi untuk melakukan sosialisasi agar kedepannya angka pelanggaran sosial bisa diminimalisir. (ves)

Komentar Via Facebook :