Home / Peristiwa / Bangunan Puskesmas Jadi Tempat Mesum

Bangunan Puskesmas Jadi Tempat Mesum

Bangunan Puskesmas Jadi Tempat Mesum
PELALAWAN, oketimes.com- Bangunan Puskesmas Bunut kini terbengkalai tanpa perawatan. Banyak kaca jendela yang pecah dan kerusakan di sekeliling bangunan.

"Saya melihat kaca bangunan banyak yang pecah-pecah, kesannya terbengkalai dan terabaikan. Padahal Puskesmas itu dibangun menggunakan anggaran negara milyaran rupiah," kata Ketua Lembaga Adat Melayu Pesisir (LAMP) Kabupaten Pelalawan HT Nahar, SP,M.Si Rabu (25/6).

Mestinya lanjut Nahar, pihak terkait segera mengambil langkah penyelamatan agar fasilitas umum itu, kendati belum dimanfaatkan tapi selamat dari kehancuran.
   
"Kami berharap Satker terkait segera merespon dan tidak lagi mengabaikan fasilitas yang sangat didambakan masyarakat tidak kian buruk kondisinya. Ya mesti diambil tindakan nyata," paparnya.
   
Mantab Kabag Humas Setkab Pelalawan ini menyebutkan, kondisi buruk Puskesmas rawat inap di Kelurahan Bunut itu, setelah dirinya beberapa kali melintas di lokasi tersebut. "Saya jadi ikut prihatin," imbuhnya.
  
Malahan sebut dia, seperti dilaporkan masyarakat, Puskesmas Bunut yang tak kunjung dipakai itu diduga juga dijadikan ajang mesum bagi sebagian muda-mudi yang memanfaatkan tempat tak bertuan tersebut.

Sementara itu, saat hal ini dikonfirmasikan kepada Kadiskes Pelalawan dr. Endid R Pratiknyo menyatakan bahwa untuk masalah puskesmas rawat inap di Kelurahan Bunut memang kondisinya memprihatinkan. Hal ini dikarenakan belum adanya deal dengan pihak pemilik tanah soal ganti rugi lahan.

"Puskesmas ini proyek tahun 2009 saat Kadiskesnya Bakhtiar Ismail. Memang kalau lahan bangunan tidak ada masalah karena hibah. Namun perluasannya seperti tempat parkir, posisi septiktenk dan lain sebagainya sudah mengenai lahan warga. Diperkirakan luasannya 800 meter persegi seluruhnya," ujar Kadiskes.

Dilanjutkan Endid, pemilik tanah mematok harga Rp.140 ribu hingga Rp.150 ribu permeter. Untuk itu Kita koordinasi dengan tim independent soal harga. Tahap awal kita selesaikan dulu masalah ganti rugi lahan ini. Selanjutnya baru nanti dianggarkan untuk perbaikan dan perombakan agar puskesmas dapat difungsikan.

"Kita telah meminta Camat Bunut agar dapat mengawasi puskesmas tersebut. Karena anggaran kita tidak ada untuk penjagaan dan pengawasan bangunan puskesmas di Bunut," tutupnya. (zul)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.