RSUD Bengkalis Kehabisan Stok Kantong Darah, Pasien DBD Terlantar

Ilustrasi

Bengkalis, Oketimes.com - RSUD Bengkalis kembali mendapat penilaian negatif. Pasalnya, salah seorang pasien bernama Sarah Adiba putri dari Ketua MUI Kabupaten Bengkalis, Amrizal yang saat dirawat membutuhkan banyak darah akibat demam DBD yang dideritanya, namun yang terjadi bukan kesulitan mencari pendonor darah tetapi pihak RSUD Bengkalis kehabisan stock kantong darah, sehingga pendonor tidak bisa melakukan donor darah.

Keteledoran ini jelas akibat lambannya koordinasi antara bagian laboratorium dengan pihak manajemen rumah sakit.

Menyikapi hal ini, Anggota DRPD Kabupaten Bengkalis Irmi Syakip Arsalan yang mendapat informasi habisnya kantong darah langsung menuju ke RSUD Bengkalis. Saat ditemui Irmi menyampaikan rasa kecewa mendalam atas amburadulnya manajemen RSUD Bengkalis.

“Persediaan peralatan medis sudah menjadi hal yang harus diantisipasi oleh pihak rumah sakit, ini murni fatal kelalaian manajemen rumah sakit dan kita menyayangkan hal ini terjadi,” ujar Irmi saat ditemui di lantai 3 RSUD Bengkalis, Sabtu malam (10/9/16).

Irmi juga menegaskan agar Direktur RSUD Bengkalis segera melakukan evaluasi terhadap bidang pelayanan dan meminta agar sesegara mungkin mengantisipasi pengadaan kantong darah dikarenakan berhubungan dengan nyawa seseorang dan apabila tidak cepat diantisipasi tentu akan berdampak buruk baik terhadap pasien maupun terhadap nilai pelayanan rumah sakit.

“Minggu lalu kita terima informasi alat cuci darah rusak, sampai saat belum diperbaiki, saat ini kantong darah yang habis, sepertinya kinerja manajemen bagian pelayanan sangat lamban. Menyikapi hal ini kita minta segera dievaluasi,” imbuh Irmi.

Disinggung mengenai keterbatasan peralatan medis rumah sakit akibat adanya pemangkasan anggaran dari pihak DPRD Bengkalis, Irmi dengan tegas mengatakan bahwa pihak DPRD tidak pernah melakukan pemangkasan terhadap anggaran peralatan dan obat-obatan di RSUD Bengkalis.

“kita dari DPR selalu mendukung usulan dari RSUD Bengkalis bahkan selalu menanyakan kepada pihak RSUD apa saja yang dibutuhkan untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada pasien,” ujar Irmi.

Melihat manajemen RSUD Bengkalis yang amburadul, Komisi IV DPRD Kabupaten Bengkalis akan segera memanggil direktur RSUD Bengkalis untuk dimintai keterangan dan evaluasi terhadap berbagai pelayanan di RSUD Bengkalis.

“ya, saya  sudah langsung menghubungi dan berkoordinasi dengan ketua Komisi IV, kita akan agendakan pemanggilan manajemen RSUD Bengkalis ini,” pungkas irmi. (rn)


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait