Minim Perhatian Pemerintah, SDN 007 Sungai Lala Minta Dukungan Perusahaan

SDN 007 Sungai Lala Ujung Kebun Desa Air Putih Kecamatan Sungai Lala Kabupaten Indragiri Hulu provinsi Riau.

Rengat, Oketimes.com - Guna memenuhi kekurangan bangku dan meja belajar siswa di sekolah, SDN 007 Ujung Kebun Desa Air Putih Kecamatan Sungai Lala Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) provinsi Riau terpaksa `Ngemis` dengan pelaku usaha dengan membuat proposal berharap perusahaan besar yang berada di wilayah tersebut sudi membantu kebutuhan belajar-mengajar melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

Informasi ini disampaikan M Ali Fauzi SH, Ketua Ormas Masyarakat Pancasila Indonesia (MPI) Kabupaten Inhu di Air Molek, Jumat (25/3/16). Menurutnya, hal ini terpaksa dilakukan pihak sekolah, akibat bantuan yang ditunggu-tunggu dari pemerintah tak kunjung turun.

Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 007 Ujung Kebun, Yuharli mengatakan bahwa, meskipun SDN 007 Ujung Kebun berada di pelosok, pihaknya tetap berupaya untuk mengubah mindset orang tua atau wali murid agar tetap menyekolahkan putra-putri mereka.

"Sambil menunggu anggaran pembangunan dari APBN, APBD Propinsi maupun Kabupaten, solusinya pihak sekolah bekerjasama dengan komite sekolah, masyarakat dan wali murid sepakat melayangkan proposal ke perusahaan, seperti ke PTPN V dan Tunggal Perkasa Plantations (PT TPP) yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit," katanya,

Meski diketahui setakat ini belum ada perusahaan yang menyatakan bersedia membantu, setidaknya kami sudah berusaha dan berharap. "Namun kita tetap harus berusaha agar dunia pendidikan di daerah ini tetap berjalan," tukas Kepsek yang merupakan putra asli kelahiran Desa Sungai Air Putih ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Inhu H Ujang Sudrajat melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Ardi Chan ST akan memasukan usulan dari Kepsek SDN 007 Ujung Kebun Desa Air Putih dan Kepala UPTD Disdik Sungai Lala pada APBD perubahan tahun 2016.

"Banyak program kita yang diberi bintang pada APBD Murni 2016 ini akibat adanya Rasionalisasi," tukasnya. (ali)


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait