Tembilahan Mencekam, Belasan Korban Serangan Monyet Dilarikan ke Rumah Sakit

INHIL - Teror serangan monyet yang terjadi dalam sepekan terakhir di Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), terus berlanjut. Hingga hari ini, Selasa (4/8/2026) tercatat 15 warga mengalami luka serius hingga menjalani perawatan di rumah sakit. Bahkan warga mencatat jumlah korban mencapai 18 orang.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil Junaidy, mwnyatakan bahwa perburuan monyet liar di Tembilahan terus dilakukan. Tak hanya tim DPKP, perburuan turut melibatkan aparat dan warga yang turut resah dengan kebrutalan primata tersebut.

Dari belasan korban, lokasi serangan terjadi di berbagai tempat berbeda. Korbannya mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Bocah yang menjadi korban serangan pertama adalah seorang laki-laki. Ia mengalami luka gigitan di bagian leher. Akibat luka serius, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan penanganan medis.

Di hari yang sama, dua orang laki-laki dewasa dan seorang anak perempuan juga dilaporkan menjadi korban serangan monyet di kawasan Lorong Kubur, Parit 13 Kelurahan Tembilahan Hilir, Kecamatan Tembilahan.

Korban mengalami luka gigitan di bagian belakang tubuh, kepala, tangan serta paha.

"Seluruh korban saat ini telah mendapatkan penanganan medis di RSUD Puri Husada Tembilahan," terang Junaidy. 

Bupati Herman bersama Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto, sebelumnya telah mengunjungi warga yang menjadi korban serangan monyet liar itu. Kunjungan  untuk melihat langsung kondisi para korban sekaligus memastikan penanganan yang diberikan berjalan dengan baik.

Pada kesempatan itu, Bupati Herman menyampaikan keprihatinan atas insiden yang mengakibatkan 11 warga mengalami luka gigitan.

Pemkab Inhil kata Bupati telah menjalin komunikasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) guna memperoleh kepastian mengenai status satwa yang hingga kini masih berkeliaran.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak BKSDA. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi apakah monyet tersebut merupakan satwa yang dilindungi atau bukan," ujarnya.

Bupati menegaskan pemerintah daerah akan memberikan dukungan penuh terhadap penanganan korban, termasuk menjamin seluruh biaya pengobatan.

"Seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung, sehingga masyarakat tidak dipungut biaya," tambahnya.

Saat ini penyisiran terus difokuskan di sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian satwa guna mengantisipasi terjadinya korban berikutnya.

Sementara itu, salah seorang warga Tembilahan mengungkapkan kecemasannya atas teror serangan monyet liar yang menghantui Tembilahan.

"Ngeri Tembilahan sekarang bang, kami aangat takut. Lebih lagi khawatir dengan anak-anak," tutur Inur, salah seorang warga.


Komentar Via Facebook :