Legislator Makzulkan Presiden AS, Komentar Vladimir Putin 'Bela' Donald Trump

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump memberikan konferensi pers bersama di Istana Presiden di Helsinki, Finlandia, pada Senin, 16 Juli 2018.

Washinton DC - Presiden Rusia Vladimir Putin ikut komentar pasca Presiden Donald Trump dimakzulkan oleh DPR AS dalam sidang paripurna Rabu (18/12/2019).

Legislator setempat, memutuskan Trump bersalah atas pasal penyalahgunaan kekuasaan dan menghalangi penyelidikan Kongres.

Dalam komentarnya, Putin terkesan membela Donald Trump lantaran dimakzulkan dengan 'alasan yang dibuat-buat' dan tidak yakin momen itu akan mengakhirinya.

"Itu (Pemakzulan_red) masih harus diteruskan ke Senat, di mana mayoritas dipegang oleh Republik," sebut Putin seperti dilansir dari AFP Kamis (19/12/2019).

Menurutnya, berbicara dalam Konferensi Pers akhir tahun, Presiden 67 tahun itu mengatakan pemakzulan itu adalah 'Pertarungan Politik' antara Demokrat dan Republik.

Bahkan, Putin mencela ketika ada jurnalis yang menyatakan bahwa Trump akan 'habis', karena dimakzulkan oleh legislator Amerik Serikat.

Dua pasal pemakzulan itu, diberlakukan buntut percakapan telepon Trump dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, pada Juli lalu.

Percakapan tersebut, presiden ke-45 Amerika Serikat mendesak Zelensky supaya menyelidiki Joe Biden, calon rivalnya di Pilpres AS 2020.

Putin yakin, tudingan itu hanyalah dalih Demokrat, lantaran tidak alabi yang berhasil memojokannya dalam tuduhan intervensi Rusia di Pilpres AS 2016 yang memenangkan Trump.

"Demokrat menuding Trump berkomplot dengan Rusia. Namun karena tidak ada bukti, mereka melakukan tekanan lewat Ukraina," ulas Putin.

Suami Melania itupun menjadi presiden ketiga AS yang dimakzulkan, setelah Andrew Johnson (1868) dan Bill Clinton (1998). Info berkembang usai dari DPR AS, proses pemakzulan Trump bakal berlanjut di level Senat, dan diyakini akan lolos.***


Source   : Kompas.com/AFP
Editor    : Van Hallen

Tags :berita
Komentar Via Facebook :