Home / Sosial / FKPMR Diharapkan Bisa Menjembatani Buah Pikiran Masyarakat Bagi Stakeholder Riau

FKPMR Diharapkan Bisa Menjembatani Buah Pikiran Masyarakat Bagi Stakeholder Riau

FKPMR Diharapkan Bisa Menjembatani Buah Pikiran Masyarakat Bagi Stakeholder Riau
Humas Setdaprov Riau For oketimes.com
Ketua Umum FKPMR DR. drh. H. Chaidir, MM dalam sambutanya pada Pengukuhan Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) Masa Khidmat 2019-2024, di Gedung Daerah Balai Serindit, Minggu 10 November 2019.

Pekanbaru, Oketimes.com - Kehadiran Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR), ikut mengambil posisi bridging distance (menjembatani jarak) dan membuka ruang diskusi dan merumuskan pokok pikiran untuk merespon tuntutan transformasi ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum FKPMR DR. drh. H. Chaidir, MM dalam sambutanya pada Pengukuhan Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) Masa Khidmat 2019-2024, di Gedung Daerah Balai Serindit, Minggu 10 November 2019.

Dikatakan Chaidir, sebagai sebuah organisasi perjuangan yang lahir dari rahim reformasi, FKPMR mengingatkan kepada seluruh hadirin yang hadir pada pelantikan FKPMR untuk awareness memandang masa lalu dan menatap masa depan. "Hadapi tuntutan zaman dengan menempatkan marwah Melayu pada tempat yang tinggi dan terpuji," ujarnya.

Chaidir juga menyebutkan dalam rentang waktu 21 tahun sejak FKPMR lahir, fenomena sosial dengan mudah dapat terlihat. Hal itu terlihat dalam indikator makro, angka kemiskinan di Riau tinggal lebih kurang 8 persen jauh menurun dari angka sekitar 30 persen di awal reformasi.

Meski demikian, pertumbuhan ekonomi Riau dalam sepuluh tahun terakhir jauh berada di bawah rata-rata nasional. Hal ini tentu saja membawa konsekuensi pada ketersediaan lapangan pekerjaan.

Ia mengungkapkan, sinergi pengembangan ekonomi melalui Konsep Konektivitas Pembangunan, antara program pembangunan swasta (dunia usaha dan masyarakat) dengan program pemerintah adalah sebuah skema menarik.

"Pengembangan industrialisasi sebagai Core Economy Riau, perlu diiringi dengan penyiapan SDM yang profesional untuk mengisi dan menangkap peluang ekonomi dalam industrialisasi tersebut," terangnya.

Menurutnya, FKPMR harus memposisikan diri sebagai yang menjembatani jarak tersebut melalui diskusi-diskusi dengan berbagai kelompok untuk merumuskan pokok-pokok pikiran yang bermanfaat bagi kedua belah pihak. Serta membuat kanal-kanal perwujudan tanggung jawab sosial korporat dan pemerdayaan masyarakat Melayu secara lebih substansial dan instrumental.

Terkait Blok Rokan yang akan berakhir kontraknya pada tahun 2021 mendatang, saat ini pihaknya (FKPMR, red) tengah menyusun pokok-pokok pikiran yang akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo, pihak DPR-RI, Gubernur Riau Syamsuar, serta DPRD Riau terkait.

"FKPMR ingin agar masyarakat Riau memperoleh manfaat sebesar-besarnya dari pengelolaan Block tersebut," jelas mantan Ketua DPRD Riau periode 1999-2004 ini.

Dia menginginkan agar Operasional Block Rokan itu, dijadikan peluang usaha bagi pelaku usaha tempatan khususnya Melayu Riau sekaligus sebagai lapangan kerja bagi anak daerah Riau, serta menjadi training ground bagi SDM daerah sehingga tercipta adanya transfer knowledge maupun transfer technology.

Di era Industri 4.0 yang mana tantangan pun telah berubah, pihaknya mengajak seluruh masyarakat Riau umumnya dan masyarakat Melayu Riau pada khususnya untuk bersama-sama merumuskan langkah-langkah ke depan.

"Kita bentuk insan-insan yang mampu bekerja cepat, bekerja keras dan bekerja produktif," pungkas Chaidir.***


Reporter    : Richarde
Editor         : Cardova

 

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.