Home / Features / Selain Bantu Masyarakat Miskin, Program RSLH Riau Juga 'Dilirik' Pemprov Lain

Selain Bantu Masyarakat Miskin, Program RSLH Riau Juga 'Dilirik' Pemprov Lain

Selain Bantu Masyarakat Miskin, Program RSLH Riau Juga 'Dilirik' Pemprov Lain
Istimewa
Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Propinsi Riau Ir M. Amin, MT bersama tim verifikasi RSLH saat melakukan survei bagi calon penerima RSLH baru-baru ini.

Pekanbaru, Oketimes.com - Semenjak bergulirnya program bantuan Rumah Sehat Layak Huni (RSLH) untuk masyarakat yang kurang mampu atau Rumah Tangga Miskin (RTM) pada tahun 2016 lalu, Pemerintah Provinsi Riau, melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) propinsi Riau, terus melaksanakan program tersebut hingga kini.

Sebagai bukti, pada tahun 2019 ini, DPKPP Riau kembali membangun RSLH sebanyak 1800 Unit yang tersebar di 12 Kabupaten/Kota di Riau. Jika dihitung sejak tahun 2016 hingga tahun ini, program pembangunan RSLH, sudah memasuki 10.000 Unit RSLH yang sudah dibangun dan diserahkan kepada masyarakat miskin (RTM) di provinsi Riau.

"Memasuki per 31 Oktober 2019 ini, setidaknya progres pembangunan RSLH yang sudah berjalan saat ini rata-rata realisasi fisik sudah mencapai sekitar 70 persen," kata Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Propinsi Riau, melalui Kabid Perumahan Ir. Armansyah, AP, MT pada oketimes.com saat disambangi di kantornya pada Jumat 8 November 2019 siang.

Dijelaskan Armansyah, Type RSLH yang dibangun tersebut, sama dengan jenis rumah sehat layak huni type 36. Diamana proses pembangunan RSLH, dilakukan dengan sistim kerja kelompok masyarakat (Poknas) yang tersebar di Desa-desa Kabupaten Kota di Riau.

"Harga per 1 unit RSLH bervariasi sesuai dengan letak geografis sipenerima bantuan RSLH, yakni Rp55.000.000 hingga Rp60.000.000 per 1 KK. Harga tersebut sudah termasuk pajak," ungkap Armansyah.

Armansyah juga menyebutkan, untuk mendapatkan program bantuan RSLH, pihaknya terlebih dahulu melakukan proses verifikasi yang cukup memakan waktu. Karena setiap warga yang hendak mendapatkan bantuan tersebut, setidaknya perlu dilakukan survei ke lokasi penerima bantuan, dengan melakukan koordinasi aparat desa, serta melihat langsung keadaan kondisi ril calon penerima.

"Kami tidak langsung menerima begitu saja usulan yang datang dari aparat desa kepada kami, karena kami harus memverikasinya hingga ke lokasi dan melihat langsung kondisi ril calon penerima apakah layak mendapatkan bantuan tersebut atau tidak," ujar Armansyah.

Proses verikasi tersebut lanjut Armansyah, termasuk melakukan wawancara dengan calon penerima tentang kondisi ril pendapatan ekonomi masyarakat tersebut, status keluarga, dan surat keterangan kepemilikan lahan dari pemerintah desa, atau kecamatan dan lainnya.

"Jika persyaratan tersebut mencukupi ketentuan, kami siap untuk memberikan bantuan RSLH hingga rampung dan layak huni. Calon penerima tersebut rata-rata pendapatan ekonominya dibawah Rp2.000.000,- tiap bulannya," ulas Armansyah.

Mantan Kasi Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Kota Pekanbaru itu juga mengatakan, pelaksanaan program bantuan RSLH bagi masyarakat miskin, dilakukan secara berkelanjutan dan diselaraskan dengan evaluasi pelaksanaannya selama 4 tahun terakhir ini yakni sejak program tersebut dilakukan pada tahun 2016 lalu.

"Hasilnya saat ini, masyarakat miskin di Riau sudah banyak terbantu dan dapat mengurangi angka kemiskinan lewat program pembangunan RSLH yang sudah dilakukan oleh Pemprov Riau selama ini. Sehingga salah satu program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan di Riau bisa berkurang dari tahun sebelumnya," ucap Armansyah.

Tak sampai disitu imbuh Armansyah, semenjak bergulirnya program bantuan RSLH tersebut selama kurun 4 tahun terakhir ini, masyarakat yang kurang mampu tadi memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemprov Riau.

"Karena dengan adanya program bantuan itu, setidaknya mereka sudah terbantu untuk menempati dan memiliki rumah sehat yang layak huni," tutur Armansyah.

Jadi Perhatian Provinsi Lain

Dilain sisi lanjut Armansyah, dengan berjalannya program bantuan rumah sehat layak huni yang dilakukan pemerintah provinsi riau secara berkelanjutan dan tergolong sukses dalam pelaksanaannya, ternyata mendapat perhatian khusus dari pemerintah provinsi lainnya.

Perhatian khusus tersebut ungkap Armansyah, datang dari Pemerintah provinsi Jawa Tengah, yang akan segera melakukan studi banding dengan provinsi Riau, karena dinilai sukses menjalankan program bantuan RSLH tersebut di Riau selama ini.

"Jika tidak ada aral melintang, tanggal 18 November 2019 nanti, pemerintah provinsi Jawa Tengah dan rombongannya akan datang ke provinsi Riau, untuk melakukan studi banding tentang pelaksanaan program bantuan rumah sehat layak huni yang sudah kami lakukan selama ini," pungkas Armansyah.***


Penulis    : Ari Speedr Hutasoit
Editor      : Van Hallen    

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.