Home / Kesehatan / Riau Peringkat 11 Nasional Pengidap HIV-AIDS, Pekanbaru Terbanyak

Riau Peringkat 11 Nasional Pengidap HIV-AIDS, Pekanbaru Terbanyak

Riau Peringkat 11 Nasional Pengidap HIV-AIDS, Pekanbaru Terbanyak
Humas Setdaprov Riau For oketimes.com
Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution, saat menggelar rapat Koordinasi Pengurus Komisi Penanggulan AIDS Provinsi Riau, Senin 4 November 2019 di Hotel Pengeran Pekanbaru.

Pekanbaru, Oketimes.com - Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, merilis bahwa provinsi riau menjadi urutan ke-11 tingkat nasional kasus HIV dan AIDS, dengan angka kasus sebanyak 5.859 orang.

Informasi itu, dipaparkan Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution, saat menggelar rapat Koordinasi Pengurus Komisi Penanggulan AIDS Provinsi Riau, Senin 4 November 2019 di Hotel Pengeran Pekanbaru.

Wagubri menyebutkan angka kasus yang mencapai 5.859 tersebut, terhitung sampai Agustus 2019 dari seluruh kabupaten kota se Riau jika dipersentasekan mencapai 36 persen dari 16.235 target yang ditentukan nasional.

Sedangkan kasus terbanyak ditemukan di wilayah Kota Pekanbaru, dengan angka sebanyak 1.767 orang yang dinilai sudah sangat memprihatinkan.

"Ini sangat memprihatinkan, karakteristik temuan kasus HIV/AIDS di Riau sudah mengarah kepada populasi umum," tukas Wagubri miris.

Menurutnya, temuan kasus HIV/AIDS ini lebih besar pada tingkat ibu rumah tangga, dimana sesuai pendataan ibu rumah tangga berada di peringkat tiga terbesar.

"Jika di kelompokkan ke dalam kelompok usia, maka temuan kasus HIV terbesar banyak ditemukan pada kelompok umur 25 sampai dengan 45 tahun," urainya.

Edy Natar mengaku, untuk penekanan kasus ini, Pemprov Riau telah melaksanakan berbagai upaya dengan maksimal, salah satunya percepatan penanggulangan HIV/AIDS secara nasional dengan menetapkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang harus dicapai pemerintah daerah yang tertuang dalam PP Nomor 2 Tahun 2018.

Hal ini juga sesuai dengan Permendagri Nomor 100 Tahun 2018 dan Permenkes Nomor 4 Tahun 2019 pencapaiannya harus bisa di gesa pihak terkait.

"Pencapaian SPM ini tanggung jawab pemerintah daerah, yakni Gubernur dan Bupati/Wali Kota. Maka itu kita berharap terus ditekankan agar kasus HIV/AIDS bisa diatasi dengan baik," harapnya.***


Reporter    : Richarde
Editor         : Cardova

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.