Home / Lingkungan / PABHR Desak Pemerintah Cabut Izin Perusahaan yang Lahannya Terbakar

PABHR Desak Pemerintah Cabut Izin Perusahaan yang Lahannya Terbakar

PABHR Desak Pemerintah Cabut Izin Perusahaan yang Lahannya Terbakar
Istimewa
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, S.I.P, bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, Kapolri Jenderal Pol Prof. H.M. Tito Karnavian, Ph.D dan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Munardo, beserta rombongan meninjau lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Langgam Kabupaten Pelalawan provinsi Riau.

Pekanbau, oketimes.com - Ketua Pusat Advokasi dan Bantuan Hukum Riau (PABHR), Edwar Pasaribu, SH mendesak pemerintah bersikap tegas. Cabut izin perusahaan yang lalai menjaga lahannya dari kebakaran hutan dan lahan.

"Asap tebal yang menyelimuti Provinsi Riau disebabkan, karena kebakaran hutan dan lahan. Jadi pemerintah harus bersikap tegas. Tindak tegas pelakunya, termasuk perusahaan yang punya izin," ujar Edwar Pasaribu, SH kepada wartawan, Senin (9/9/2019).

Proses penegakan hukum terhadap pelaku pembakar hutan dan lahan tidak boleh 'pandang bulu'. Perusahaan yang melakukan pembiaran atau lalai dalam menjaga arealnya dari kebakaran hutan dan lahan juga harus ditindak agar ada efek jera.

"Semua sama di hadapan hukum (equality befoore the law). Kalau perusahaan yang melalukannya juga harus diberlakukan sama. Jangan masyarakat kecil saja," ujar Edwar.

Bencana kabut asap akan terulang terus jika tidak ada ketegasan dari penegak hukum. Apalagi kabut asap sudah masuk dalam kategori berbahaya bagi warga, karena dapat mengakibatkan Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA).

Dari data yang telah dipublikasikan Dinas Kesehatan (Diskes), ribuan warga Pekanbaru telah terserang ISPA. "Kami tunggu tindakan pemerintah, karena kabut asap ini  berbahaya bagi warga," kata Edwar.

Ia juga menuturlkan jika tidak ada kepedulian dari pemerintah, PABHR siap mengajukan gugatan ke Pengadilan.***


Assorted   : PABHR
Editor       : Cardova

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.