Home / Peristiwa / Lembaga IPSPK3 Soroti Proyek Presevasi Jalan Nasional Batas Kuansing - Muara Lembu - Taluk Kuantan Batas Sumbar

Lembaga IPSPK3 Soroti Proyek Presevasi Jalan Nasional Batas Kuansing - Muara Lembu - Taluk Kuantan Batas Sumbar

Ganda Mora : Sistim Rigid Pavement Lebih Efisien Ketimbang Tambal Sulam

Lembaga IPSPK3 Soroti Proyek Presevasi Jalan Nasional Batas Kuansing - Muara Lembu - Taluk Kuantan Batas Sumbar
Istimewa
Ir. Ganda Mora, MSi, Ketum DPP IPSPK3 RI.

Pekanbaru, oketimes.com - Meski perbaikan badan jalan nasional tiap tahun dilaksanakan Satker PJN Wilayah II Provinsi Riau, khususnya di sepanjang Jalan Nasional Batas Kabupaten Kuansing - Muara Lembu - Taluk Kuantan - Batas Sumatera Barat, namun kerusakan badan jalan masih saja ditemukan disepanjang paket tersebut.

Sebagai bukti, dari hasil investigasi aktivis Lembaga Independen Pembawa Suara Pemberantas Korupsi, Kolusi dan Kriminal Ekonomi Republik Indonesia (IPSPK3-RI) dalam sepekan terahir ini.

Kondisi kerusakan badan jalan masih ditemui disepanjang badan Jalan Nasional, mulai dari Kecamatan Lipat Kain Taluk Kuantan menuju Desa Tanjung Pauah, Koto Baru, Sungai Paku hingga Taluk Kuantan Batas Sumbar, masih ditemukan kerusakan badan jalan yang baru dikerjakan oleh rekanan berupa bekas tambal sulam perbaikan jalan yang dilakukan Satker PJN Wilayah II Riau.

"Kerusakan badan jalan diperparah lagi, dengan kerusakan badan jalan yang belum sama sekali dilakukan perbaikan. Padahal tahun 2019 ini pihak Satker PJN Wilayah II Riau, sudah melaksanakan perbaikan badan jalan di sepanjang jalan tersebut," kata Ketum DPP IPSPK3 RI, Ir Ganda Mora, MSi pada oketimes.com Sabtu 10 Agustus 2019 di Pekanbaru.

Dipaparkan Ganda Mora, meski proyek pelaksanaan Preservasi Jalan Nasional Batas Kabupaten Kuansing - Muara Lembu - Taluk Kuantan Batas Provinsi Sumatera Barat, senilai kurang lebih Rp10,8 miliar bersumber Dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2019, sudah dikucurkan dan dilaksanakan oleh pihak rekanan Satker PJN Wilayah II lewat PPK 25 melalui Asdiman ST selaku PPK.

Namun kerusakan badan jalan di sepanjang paket jalan tersebut, masih saja ditemukan kerusakan yang sangat parah dan berbahaya bagi pengguna jalan.

"Inilah yang sangat kita sayangkan kepada penyelenggara (Satker PJN Wilayah II Riau), seharusnya pihak Satker tersebut, lebih jeli dan cermat melakukan upaya perbaikan di sepanjang badan jalan tersebut dan tidak asal ada saja," tukas Ganda Mora.

Ganda menilai, seharusnya pihak Satker PJN Wilayah II Riau, berupaya melobi Kementerian PUPR Pusat, untuk melakukan perbaikan badan jalan tersebut secara presentatif, dengan cara memperbaiki badan jalan dengan sistim rigid pavement alias beton bertulang.

"Jika tidak, maka kualitas badan jalan di sepanjang jalan tersebut, tidak ada artinya diperbaiki secara sistim aspal  curah tambal sulam atau hotmix. Apalagi, pengguna badan jalan disana, kerap dilalui truk bertonase tinggi dengan yang sudah merubah dimensi standar truk semestinya," ulas Ganda.

Terkait hal itu, ia juga mencurigai, mengapa pihak Satker PJN Wilayah II Riau, lebih dominan melakukan perbaikan jalan nasional tersebut secara sistim Aspal curah. Padahal sistim tersebut sudah tak layak digunakan di daerah Riau yang sangat riskan berstruktur tanah flexibel.         
          
"Jika pihak penyelenggara beralasan mengalami keterbatasan dana, itu tidak mungkin. Sebab program pemerintah pusat sedang gencar melakukan pembangunan infrastruktur secara moderen dan bertenologi tingi," pungkasnya.

Meski begitu, Ganda Mora akan menyurati pihak Kementerian PUPR Pusat, untuk melaporkan kejanggalan pelaksanaan proyek tersebut dan sekaligus memberikan saran kepada instansi terkait. Bagaimana cara solusi dalam melaksanakan pemiliharaan badan jalan nasional paket Batas Kabupaten Kuansing - Muara Lembu - Taluk Kuantan - Batas Sumatera Barat, bisa di lintasi pengendara dengan baik.

"Dalam waktu dekat ini, saya akan akan menyurati pihak kementerian PUPR dan instansi terkait, atas temuan kami ini," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Pelaksanaan proyek preservasi jalan nasional batas Kabupaten Kuansing - Muara Lembu - Taluk Kuantan Batas Provinsi Sumatera Barat itu, merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Satker PJN Wilayah II Provinsi Riau BBJN I Medan, melalui PPK 25 yang saat ini dipercayakan kepada Asdiman ST.

Sedangkan pekerjaan dilaksanakan PT. Cipta Arengka Swandiri (PT. CAS) selaku kontraktor pelaksana, dengan nilai konrak Rp 10,8 miliar bersumber dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2019.***

 

Reporter  : Richarde

Editor      : Cardova                      

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.