Home / Peristiwa / Cekcok Maut dengan Kekasih, Dasmiri Akhiri Hidup di Pinggir Kali

Cekcok Maut dengan Kekasih, Dasmiri Akhiri Hidup di Pinggir Kali

Cekcok Maut dengan Kekasih, Dasmiri Akhiri Hidup di Pinggir Kali
Istimewa
Foto Inset : Tim SAR dan Polresta Pekanbaru, lakukan evakuasi korban bunuh diri Dasmiri alias Kamis (54), usai cekcok maut dengan sang kekasihnya Jum alias Nita (34) di Pekanbaru, Senin 5 Agustus 2019 sore.

Pekanbaru, oketimes.com - Sempat dikabar bertengkar hebat dengan sang kekasih, Dasmiri alias Kamis (54), warga Jalan Jati Gang Damai RT 01 RW 02 Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Senapelan Kota Pekanbaru, ditemukan tewas bersimbah darah di pinggiran Sungai Siak kota Pekanbaru, Senin 05 Agustus 2019 siang.

Usut punya usut, korban Dasmiri diketahui nekat mengakhiri hidupnya, lantaran dirinya habis bertengkar hebat dengan sang kekasih berinisial Jum als Nita (34) tahun pada Senin (5/8/2019) pagi, yang datang ke rumah makan Manggala Vegetarian di Jalan Kulim RT 03 RW 02 Kel. Kampung Baru, Senapelan, dengan maksud untuk menyerahkan kunci rumah kosnya sang kekasih.

Nita pun berupaya meminta kunci rumah tersebut kepada korban, namun korban malah tidak mau memberikan sembari menyebutkan kunci rumah kost tersebut tidak ada padanya.

Mendengar penuturan itu, Nita mencoba meraba kantong korban untuk mengambil kunci rumah tersebut. Akan tetapi, korban malah mengeluarkan sebilah pisau dan menusukkannya ke arah nita hingga mengenai perut sang kekasihnya itu.

Tak sampai disitu, korban kembali menusukkan pisau tersebut secara berulang ulang ke arah Nita, namun ia berhasil menepisnya hingga terjatuh dan menendang dada korban hingga korban mundur ke belakang dan Nita berlari menuju rumah makan Manggala, sambil minta tolong kepada warga.

Tanpa disadari sang kekasih Nita, ternyata korban Damisri, malah nekat menusukkan pisau bekas tusukan tersebut ke arah dada korban sendiri sebanyak dua kali pada saat itu.

Selang beberapa menit, korban pergi meninggalkan tempat kejadian pertengkaran tersebut dan melewati seoarang warga yang melihat peristiwa tengah berdiri di depan pintu gerbang sekolah. Saat itu pula, korban mengangkat baju kaos yang dipakai nya arah keatas, sehingga saksi Wirna melihat ada luka dalam kondisi berdarah di bagian perut korban.

Saksi pun melihat korban membuang pisaunya kedalam sebuah parit di depan PAUD TERPADU, serta terus berjalan sembari memberhentikan gojek online yang melintas saat itu.

Namun sang Gojek tersebut, tidak mengacuhkan panggilan korban, lantaran takut melihat kondisi korban terluka berat yang berlumuran darah, sehingga korban terus berjalan kearah Jalan Kapur menuju pinggiran Sungai Siak kota Pekanbaru.

Sedangkan kondisi Nita, usai ditusuk korban yang mengenai perut di bagian kiri atas, tengah dilarikan warga setempat usai melihat Nita yang terbaring di lantai dengan luka tusuk pasca cekcok maut dengan korban Dasmiri.

Tak lama kemudian, warga pun mendapat kabar bahwa korban Dasmiri sudah ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di Jalan Nelayan belakang rumah Ketua RT 02 RW 02 Kel. Sri Meranti atau tepatnya di pinggiran Sungai Siak Pekanbaru, pada Senin siang. Oleh RT setempat, melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta Pekanbaru.

Mendapat informasi tersebut, Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Awaludin Syam SIK, meneruskan informasi tersebut ke Kapolsek Rumbai Iptu Viola Dwi Anggreni SIK, yang kemudian diteruskan Kapolsek ke piket Reskrim oleh Ipda Lukman dan langsung menuju ke TKP yang dimaksud.

Setibanya di lokasi, informasi dimaksud ternyata benar dan saat itu pula Kanit Reskrim SKP Ipda Febri Hermawan, sudah berada di TKP dan mayat Dasmiri korban bunuh diri dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Polda Riau, Jalan Kartini, guna keperluan penyelidikan lebih lanjut.

Kemudian Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Awaluddin Syam SIK, bersama dengan Tim Opsnal Rumbai dan SKP, menuju alamat korban serta memintai sejumlah keterangan dari saksi-saksi untuk penyelidikan lebih lanjut.

Adapun barang bukti yang diamankan petugas pada peristiwa tersebut, diantaranya, seutas tali Nilon warna kuning dengan panjang sekira dua meter, sebagai tali mengikat leher korban dalan kondisi simpul hidup, sebuah tali pinggang tulisan OK, warna coklat diduga milik korban, sebuah kunci kontak KBM roda dua merk Honda, 2 (dua) lembar uang kertas pecahan Rp 2000, tiga buah kunci merk dialek

Kemudian satu helai celana panjang katun warna hijau lumut merk mode colection panjang 92 cm, lebar pinggang 40 cm, sebilah pisau panjang 12 cm bergagang kayu dan sehelai baju gamis warna coklat terdapat bercak darah.

Terpisah, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK SH MH, lewat Paur Humas Ipda Budhia Dianda, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut yang ditemukan warga tergeletak di pinggiran sungai Siak Pekanbaru, pada Senin 05 Agustus 2019 sore kemarin.

"Iya benar, korban (Damisri) ribut dengan teman dekatnya dan menikam teman dekatnya itu dibagian perut kiri dan lari menyelamatkan diri minta tolong. Sementara Damisri menikam dadanya sendiri dua kali dan kemudian ditemukan masyarakat meninggal dunia di pinggir sungai siak," singkat Budhia pada oketimes.com Selasa (6/8/2019) siang.***


Penulis  : Ndanres Area
Editor   : Cardova

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.