Home / Internasional / Tangkal Migran Gelap, Meksiko Kirim Enam Ribu Tentara di Perbatasan Guatemala

Tangkal Migran Gelap, Meksiko Kirim Enam Ribu Tentara di Perbatasan Guatemala

Tangkal Migran Gelap, Meksiko Kirim Enam Ribu Tentara di Perbatasan Guatemala
John Moore/Getty Images
Patroli perbatasan menangkap imigran gelap tak jauh dari perbatasan dengan Meksiko pada September 2014.

Washington, Oketimes.com - Tangkal gelombang migran Amerika Tengah, Pemerintah Meksiko dikabarkan mengirim 6.000 tentara ke perbatasan Guatemala dalam sepekan terakhir ini.

Keputusan tersebut dilakukan pasca Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam bakal menaikkan tarif terhadap barang-barang impor Meksiko.

Dilansir dari BBC pada Kamis 6 Juni 2019, Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard tengah 'terbang' ke Washington untuk mencegah AS menaikkan tarif jika mereka gagal menangkal migran ilegal.

Pada perundingan itu, lahir kesepakatan isu prosedur pengurusan permohonan suaka politik maupun bantuan finansial bagi negara sumber migran.

"Kami masih mengusahakan siang ini karena belum kesepakatan yang dibuat. Kami masih mempunyai jadwal besok pagi (7/6/2019), dan terus memperjuangkannya," tegas Ebrard.

Setelah negosiasi terakhir, Ebrard menyatakan dia adalah "orang yang optimis" setelah menjelaskan kepada AS mereka sudah menyiagakan ribuan tentara ke Guatemala pasca Trump melontarkan ancaman bakal menaikkan pajak lima persen setiap bulan hingga paling tinggi 25 persen jika Meksiko gagal membendung migran ilegal.

Trump mengumumkan rencana itu pada pekan lalu melalui kicauan di Twitter, dan membuat baik sekutunya di Partai Republik maupun pelaku pasar terkejut.

"Mereka harus mengambil kesempatan ini dan bertindak. Mungkin mereka bakal melakukannya," sebut Trump di sela menghadiri peringatan 75 tahun pendaratan Sekutu di Normandia di Perancis.

"Kami sudah memberitahukannya kepada pihak Meksiko mengenai rencana itu dan saya sungguh-sungguh dengan ucapan saya," tandas pria 72 tahun itu.

Kepala Komunikasi Gedung Putih Mercedes Schlapp kepada Fox News seperti dikutip AFP mengatakan dari apa yang dilihatnya, upaya yang dilakukan Meksiko masih belum cukup.

Ebrard menolak berkomentar ketika didesak dengan pertanyaan terkait usulan AS tentang "negara ketiga" di mana para migran bakal mengurus suaka dari Meksiko alih-alih AS.

Pada awal pekan ini, Ebrard sempat menolak gagasan tersebut. Tetapi Gedung Putih menyatakan hanya itulah satu-satunya cara yang harus mereka terapkan. Washington Post melaporkan bahwa kesepakatan itu bisa memberi wewenang AS mendeportasi migran dari Honduras dan El Salvador ke Guatemala.

Sementara itu, bank di Mexico City dilaporkan membekukan rekening 26 pelaku perdagangan manusia yang bertanggung jawab mengatur karavan migran tersebut.

Dua aktivis dari Pubelo Sin Fronteras ditangkap setelah diduga mereka menawarkan sejumlah uang kepada migran untuk masuk secara ilegal ke Meksiko. Aparat Meksiko juga menghentikan karavan berisi 420 orang yang sebelumnya diduga berisi 1.200 orang. Namun kebanyakan dari mereka kabur ketika melihat aparat.***


Source     : BBC
Editor       : Van Hallen

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.