Home / Serba Serbi / Jelang Idul Fitri, Pedagang Kue Lebaran Ramai Dikunjungi Warga

Jelang Idul Fitri, Pedagang Kue Lebaran Ramai Dikunjungi Warga

Jelang Idul Fitri, Pedagang Kue Lebaran Ramai Dikunjungi Warga
Ist
Atur Lalin : Petugas Satlantas Polresta Pekanbaru, mengurai Kemacetan di depan Plaza Ramayana Jalan Jend Sudirman, lantaran Pusat Perbelanjaan tersebut ramai dikunjungi warga jelang lebaran Idul Fitri 1440 H pada Sabtu 1 Juni 2019.

Pekanbaru, Oketimes.com - Memasuki H-4 jelang lebaran, warga kota Pekanbaru mulai menyasar Pedagang kaki lima yang menjual aneka varian kue kering maupun kue lainnya mulai diincar para pembeli menjelang perayaan hari Raya Idul Fitri, Sabtu 1 Juni 2019.

Pemandagan itu terlihat banyaknya pembeli atau warga yang memadati kios atau lapak-lapak pedagang kue dadakan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Tuanku Tambusai /Nangka dan HR Subrantas Pekanbaru.

Yunita salah seorang pemilik lapak aneka kue lebaran tepat disamping Pusat Perbelanjaan Ramayana Jalan Jend Sudirman Pekanbaru, mengatakan mendekati hari raya idul fitri, kue dagangannya mulai laris dibeli warga.

Ia menyebutkan rata-rata pembeli kue lebaran tersebut tidak hanya satu jenis kue kering saja, akan tetapi pembeli memilih beraneka kue kering dengan rasa yang berbeda.

"Tidak ada yang paling banyak atau yang tidak laris, rata-rata pada beli beraneka macam. Ada yang beli kue kering, kacang-kacangan dan lainnya," ulas Yuni saat disambangi dilapak penjualan aneka kue tersebut.

Yunita menyebutkan aneka kue yang dijual yaitu kue nastar, cookies coklat, putri salju, kacang mete, kacang polong, peyek, kue bawang, kue mentega, stik keju, kembang goyang, kue sapik, sagu bakar, dan kue lainnya. "Ada sekitar ratusan aneka kue dan makanan yang ada disini," paparnya.

Lanjut Yunita, untuk harga kue yang dijualnya juga bervariasi tiap 1 kg, tergantung rasa dan bentuk kuenya. Yang paling mahal yaitu kue nastar dengan harga jual 120 ribu perkilo, sedangkan untuk kue lainnya dibanderol dengan harga yang relatif hampir sama.

Tidak ada perbedaan harga yang mencolok dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2018 lalu saja, dia menjual kue-kue yang didatangkan dari Payakumbuh, Sumatera Barat ini dengan harga yang sama, tidak terjadi kenaikan pada tahun ini. "Tahun lalu kami jual dengan harga segini juga, tidak ada perbedaan dari tahun lalu," jelas Yani.

Dia juga memaparkan, pada tahun-tahun sebelumnya tingkat pembelian kue paling tinggi empat hari sebelum lebaran. Stok kuenya pasti habis diborong warga pada malam terakhir ramadhan atau malam takbiran.

"Kalau untuk jualan kue dari minggu kedua sebelum raya, tapi pembeli paling banyak empat hari sebelum raya. Malam takbiran biasanya kue-kue kami diborong habis sama warga," pungkas Yunita sembari mengucap syukur bahwa saat ini rata-rata penjualan masih belum ramai dan diperkiran memasuki H-2 kue lebarannya bakal dikunjungi pembeli.***

 

Reporter  : Richarde

Editor      : Cardoffa   

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.