Home / Celeb / Kelenjar Getah Bening Jadi 'Monster' Menakutkan, Tiga Aktor Muda Ini Jadi Referensinya

Kelenjar Getah Bening Jadi 'Monster' Menakutkan, Tiga Aktor Muda Ini Jadi Referensinya

Kelenjar Getah Bening Jadi 'Monster' Menakutkan, Tiga Aktor Muda Ini Jadi Referensinya
Ist
Ilustrasi Penderita Kelenjar Getah Bening, Alm Olga Syahputra, Ranza Ferdian dan Ustaz Arifin Ilham.

Pekanbaru, Oketimes.com - Kelenjar getah bening atau kanker nasofaring kini menjadi penyakit momok yang menakutkan bagi publik saat ini. Tak tanggung tangung penyakit tersebut bisa saja terjadi kepada siapa saja, mulai dari orang terdekat hingga orang yang disayangi tanpa mengenal usia muda atau tua.

Hal inilah yang dialami Ustaz Arifin Ilham yang tutup usia berumur 49 tahun pada Rabu 22 Mei 2019 malam, di RS Kanker Penang Malaysia, saat sedang dirawat karena kanker nasofaring dan getah bening stadium 4A.

Sebelum meninggal, Ustaz Arifin Ilham dikabarkan menderita kanker nasofaring lalu sembuh. Kemudian kena kanker kelenjar getah bening. Ada beberapa orang yang beresiko terkena kanker kelenjar getah bening. Untuk itu, makanan pun harus tetap dijaga.

Penyakit Kelenjar Getah Bening disebut juga menjadi penyebab meninggalnya Aktor FTV Ranza Ferdian beberapa waktu lalu. Tak pelak, penyakit itu juga yang diduga merenggut nyawa presenter dan komedian Olga Syahputra beberapa tahun lalu.

Berkaca dari penyakit yang diderita sang pendakwah kondang tersebut dan beberapa aktor lainnya ternyata makanan sederhana yang  menjadi kegemaran banyak orang ini bisa jadi pemicunya.

Melansir dari Tribunnews.com, penyebab kanker nasofaring ada 4 faktor. Menurut dr. Farhat M.Ked Sp.THT.KL saat mengisi acara 1st International Conference of Nasopharyngeal Carcinoma memaparkan adanya 4 faktor kanker nasofaring.

"Ada 4 faktor, pertama faktornya genetik, kedua, infeksi virus yang namanya Epstein-Barr (EBV), ketiga faktor makanan, dan keempat faktor lingkungan," paparnya.

Salah satu makanan yang bisa menjadi pemicunya ternyata ikan asin. Pasalnya, dalam ikan asin terkandung nitrosamin yang bersifat karsinogenik.

Tak hanya dalam ikan asin, ikan yang diasapi atau salai, daging asap pun diketahui memiliki sifat serupa yang memicu kanker.

"Kapan (penyakit) itu terjadi?

Dia tidak bisa menjelaskan secara rinci, tentang banyak makan ikan asin dapat memicu. Akan tetapi, jika genetik tidak mendukung penyakit itu tidak bisa datang. Meski ada dua faktor atau lebih baru penyakit itu datang," terang dokter Farhat.

Di sisi lain, data Globocan menyebutkan Limfoma atau kanker kelenjar getah bening cukup banyak ditemui di Indonesia. Jenis limfoma non-Hodgkin, merupakan kanker nomor 7 yang sering dijumpai di Indonesia.

Dokter dari Divisi Hematologi Onkokogi Medik Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM, Dr.dr Andhika Rachman SpPD-KHOM mengatakan, limfoma bisa disebabkan oleh berbagai faktor.

Kanker ini terjadi karena pertumbuhan yang berlebihan dari sistem kekebalan tubuh atau sel limfosit. Jenis kanker ini uga dikenal dengan istilah Limfoma Non-Hodgkin (LNH) dan Limfoma Hodgkin (LH).

Berbeda dengan jenis kanker pada umumnya, kanker ini bisa terjadi di bagian tubuh mana saja. Kanker jenis ini termasuk berbahaya mengingat gejalanya bisa nampak maupun tak nampak karena tidak semua kejadian kanker terdapat benjolan yang dirasakan.

Sebagaimana kanker lainnya, kanker jenis ini pun bisa terjadi pada siapa pun, namun tetap terdapat faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan kejadian.

Ada 6 orang yang beresiko terkena kanker kelenjar getah bening seperti dilansir dari IntisariGridID :

1. Penderita penyakit autoimun : Penderita penyakit autoimun dikaitkan erat dengan kemungkinan menderita kanker ini. Beberapa penyakit tersebut antara lain lupus dan rheumatoid arthritis.

2 . Konsumsi makanan tak sehat : Mengonsumsi makanan yang tidak sehat seperti tinggi lemak hewani yang berlebihan bisa meningkatkan risiko.

3. Sering terpapar sinar UV

4. Perokok

5. Paparan zat berbahaya : Berbagai paparan zat berbahaya seperti herbesida dan pelarut organik meningkatkan risiko terjadinya kanker.

6. Usia : Kanker ini kemungkinannya bisa lebih tinggi pada seseorang dengan usia di atas 65 tahun.

Jika tidak ingin penyakit tersebut merasuki tubuh manusia, ada baiknya dilakukan pencegahan kanker jenis ini dengan menghindari berbagai faktor risiko yang telah disebutkan di atas.

Sebagai tambahan makanan yang menjadi Pantangan Pengidap Kanker Kelenjar Getah Bening juga harus diperhatikan. Dimana pada pengidap kondisi ini, pengobatan akan tergantung pada penyebab terjadinya limfadenopati atau kanker kelenjar getah bening.

Jika kamu mengidap kondisi ini, ada beberapa makanan yang jadi pantangan harus dihindari. Berikut ini beberapa makanan yang tidak boleh dikonsumsi oleh pengidap kanker kelenjar getah bening dikutip Wartakotalive.com dari halodoc :

1. Makanan yang diawetkan dan makanan yang mengandung bahan pengawet.

2. Makanan yang mengandung karsinogen, yaitu zat yang menyebabkan penyakit kanker.

3. Makanan yang mengandung karsinogen biasanya terdapat pada makanan yang dibakar.

4. Jangan konsumsi seafood yang memiliki kandungan lemak tinggi. Lemak tinggi pada seafood akan sangat mudah memicu kanker.

5. Jangan konsumsi sayuran yang menghambat kerja obat seperti kangkung, sawi putih, dan toge. Sayuran ini juga bisa memicu perkembangan kanker.

6. Jangan konsumsi buah yang mengandung alkohol seperti anggur, nangka, durian, kelengkeng, duku, dan nanas.

7. Hindari soft drink dan minuman lainnya karena bisa memicu kanker kelenjar getah bening.

8. Hindari minuman beralkohol yang akan mendorong perkembangan kanker.

Limfadenopati tidak dapat dicegah sepenuhnya. Namun, risiko terjadi limfadenopati dapat diturunkan jika menjalani pola hidup yang sehat, seperti berolahraga teratur, mengonsumsi banyak makanan serat, menjaga berat badan ideal, tidur yang cukup, tidak merokok, dan hindari alkohol.***

 

Source     : Tribunnews
Editor       : Richarde 

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.