Home / Hukrim / Polri Tetapkan 300 Orang Tersangka Kerusuhan Aksi 22 Mei di Jakarta

Temukan Puluhan Sajam dan Molotov dari Massa Settingan

Polri Tetapkan 300 Orang Tersangka Kerusuhan Aksi 22 Mei di Jakarta

Polri Tetapkan 300 Orang Tersangka Kerusuhan Aksi 22 Mei di Jakarta
Ist
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono didampingi Tim Jatanras Dirkrimum PMJ saat menggelar Press Konference, pasca penangkapan para perusuh aksi 22 Mei di Jakarta, Rabu 22 Mei 2019 malam.

Jakarta, Oketimes.com - Terlibat aksi kerusuhan 22 Mei 2019 di Jakarta, Polri akhirnya berhasil mengamankan 300 orang pelaku yang kini ditetapkan sebagai tersangka.

"Sekarang masih diperiksa, kemudian dipilah-pilah pelaku lapangan, koordinator lapangan, kemudian aktor intelektualnya," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo seperti dilansir dari tempo.com pada Kamis, 23 Mei 2019.

Dipaparkan Dedi Prasetyo, ratusan orang yang diamankan tersebut diangkut dari tiga lokasi aksi demo yakni dari Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Petamburan dan Gambir, Jakarta Pusat.

Ia juga menyebutkan sebelumnya Polisi telah mengamankan 25 orang pelaku, namun pasca kericuhan yang terjadi sepanjang 22 Mei malam hingga 23 Mei pagi, polisi kembali menangkap 43 orang.

Dari penangkapan tersebut lanjut Jenderal Bintang Satu itu, Polisi telah menemukan sejumlah alat bukti yang menunjukkan mereka sebagai provokator aksi. Dari tangan para pelaku petugas menemukan petasan, senjata tajam, batu, kendaraan, ketapel, dan bom molotov.

Berkat adanya penemuan berbagai alat bukti tersebut lanjut Dedi, semakin menguatkan dugaan bahwa kerusuhan telah direncanakan. Dia menuturkan, mayoritas tersangka merupakan remaja. Sebagian besar dari mereka tidak memiliki pekerjaan dan merupakan preman.

Sebagaimana dikabarkan, enam orang dilaporkan tewas akibat ricuh selama aksi 22 Mei rabu kemarin. Sedangkan ratusan orang lainnya luka-luka. Saat ini, beberapa korban luka masih dirawat di rumah sakit dan sebagian besar yang lain sudah diperbolehkan pulang.***


Source     : Tempo.com

Editor       : Van Hallen 

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.