Home / Politik / Soal Dugaan Money Politik Caleg Hanura, Bawaslu Pekanbaru Periksa Oknum RT

Soal Dugaan Money Politik Caleg Hanura, Bawaslu Pekanbaru Periksa Oknum RT

Soal Dugaan Money Politik Caleg Hanura, Bawaslu Pekanbaru Periksa Oknum RT
Istimewa
Oknum RT berinisial DH yang diperiksa Bawaslu Pekanbaru, terkait dugaan money politik caleg Hanura di kantor Bawaslu Pekanbaru Jalan Kutilang Sukajadi Pekanbaru, Selasa (30/4/2019) siang.

Pekanbaru, Oketimes.com - Guna menindaklanjuti adanya laporan praktek dugaan money poltik yang dilakukan oknum caleg Kota dari Partai Hanura kepada Bawaslu Pekanbaru belum lama ini, anggota penyidik Bawaslu Pekanbaru, mengundang oknum terlapor untuk dimintai keterangan seputar dugaan money politik tersebut, Selasa 30 April 2019 di Kantor Bawaslu Pekanbaru.

Oknum terlapor yang diundang Bawaslu tersebut, diketahui berinisial DH (40), oknum RT 03/ RW 06 Kelurahan Muara Fajar Kecamatan Rumbai Pekanbaru. Ia tiba di kantor Bawaslu Pekanbaru, selasa siang sekira pukul 14.00 WIB, dengan mengenakan baju kaos gelap yang ditutupi jaket warna hitam sembari memasuki ruangan penyidik Bawaslu untuk dilakukan pemeriksaannya, atas dugaan praktek money politik yang dilaporkan warganya sendiri.

Oknum RT berinisial DH tersebut, dimintai kesaksiannya atas dugaan adanya praktek money poltik di sebuah ruangan khusus menyerupai sebuah kamar yang tertutup dan terkunci oleh pihak penyidik bawaslu Pekanbaru.

Awak media yang menanti kedatangan oknum RT tersebut, berupaya hendak mengambil gambar saat pemeriksaan berlangsung. Akan tetapi anggota Bawaslu Pekanbaru kala itu, malah tidak memperbolehkan awak media untuk mengambil foto moment tersebut dengan dalil masih dalam proses pemeriksaan pelapor.

Meski begitu, awak media tetap bersabar menunggu pemeriksaan usai dilakukan penyidik Bawaslu selama kurang lebih tiga jam lebih, yakni sejak sekira pukul 14.00 hingga pukul 17.00 WIB sore.

Namun upaya untuk mengambil gambar momen tersebut tak juga kunjung didapatkan oleh awak media yang sedari tadi menunggun hasil pemeriksaan tersebut.

Hal ini diduga penyidik Bawaslu dan terlapor sengaja mengelabui wartawan untuk tidak bisa mengambil gambar moment pemeriksaan tersebut, hingga terlapor bebas ngacir dan pergi meninggalkan Kantor bawaslu Pekanbaru tanpa pamit kepada awak media usai pemeriksaan terlpor dilakukan penyidik bawaslu Pekanbaru.

Terpisah, Ketua Bawaslu Pekanbaru Indra Khalid Nasution SH, membenarkan adanya pemeriksaan oknum RT terlapor berinisial DH yang dilakukan pihaknya selama kurang lebih tiga jam di Kantor Bawaslu Pekanbaru, selasa siang dan berakhir sekira pukul 17 April 2019.

"Ya benar, memang tadi siang hingga sore terlapor dugaan praktek money politik tersebut kita lakukan pemeriksaan yang sudah kita undang sebelumnya untuk hadir di Bawaslu Pekanbaru," siangkat Indra Khalid menjawab awak media selasa malam.

Seperti diberitakan, dari hasil keterangan TL (30) selaku pelapor kepada Bawaslu Kota Pekanbaru pada Selasa (23/4/2019) lalu. Sebelum 17 April 2019 lalu, atau tepatnya pada Senin 15 April 2019, pelapor TL berencana hendak mengambil air di sumur umum yang tidak jauh dari rumah DH (40) oknum RT tersebut.

Lantas oknum RT tersebut, menghampiri TL sembari menanyakan kepada TL, apakah sudah tahu siapa pilihannya untuk memilih caleg untuk DPRD Kota, Provinsi dan DPR-RI dari Partai Hanura?

TL yang tidak tahu menahu soal siapa pilihannya pada pemilihan Pileg 2019 itu, tiba-tiba didatangi sang RT berinsial DH seraya menyodorkan sebuah contoh surat sura bergambar caleg untuk DPRD Kota berinisial KH dari Partai Hanura.

Warga tersebut mengaku hanya bisa mendengarkan ajakan sang RT, agar memilih caleg DPRD Pekanbaru dari Partai Hanura berinsial TH sembari menyodorkan sebuah amplop berisikan contoh surat suara caleg dari Partai Hanura serta diselingi empat lembar uang pecahan Rp50 ribu dengan jumlah total mecapai Rp 200 ribu.

Merasa tidak mengerti apa yang dilakukan sang RT tersebut, TL menerima begitu saja amplop berisikan contoh surat suara dan uang pecahan Rp50 ribu senilai 200 ribu itu yang disaksikan oleh beberapa tetangganya dan segera mengemasi air yang akan dibawa kerumahnya.

Keesokan harinya, TL pun merasa bingung dengan ajakan oknum RT tersebut agar memilih caleg yang dimaksud. Namun tepat pada 17 April 2019, TL tidak melakukan ajakan sang RT tersebut, dan berencana akan memulangkan amplop yang diserahkan RT tersebut, karena tak jadi melakukan ajakan sang RT untuk mencoblos caleg tersebut.

Bercampur rasa takut dan enggan untuk menyerahkan amplop tersebut ke sang RT, TL bersama tetangga lainnya berencana melaporkan hal tersebut ke pihak berwewenang, dalam hal ini Bawaslu Kota Pekanbaru.

Sehingga tepat pada Selasa 24 April 2019, TL bersama rekan tetangganya mendatangi Bawaslu Pekanbaru untuk melaporkan dugaan adanya praktek money politik tersebut dan disambut oleh pihak terkait.***

 

Penulis  : Ndanres  / Editor : Richarde

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.